Blog

SEJARAH ANIMASI INDONESIA, PART-2: 1983-2000



Posted on Nov 14, 2017

Sebelumnya kita sudah membahas sejarah animasi Indonesia dari tahun 1952 – 1980. Siapa yang menyangka animasi Indonesia sudah mulai bergerak dari lama dan semakin terlihat perkembangannya. Kali ini kita akan mengintip sejarah animasi pada tahun 1983 – 2000 dimana pertumbuhan stasiun televisi swasta Indonesia sedang marak-maraknya.

1983:
Tidak dipungkiri pertumbuhan animasi berkembang seiringan dengan bertumbuhnya stasiun-stasiun TV swasta. Pada saat itu memang kebanyakan animasi digunakan untuk kebutuhan iklan tetapi tidak menutup film animasi bersinar di era ini di antaranya ‘Legenda Buriswara’ yang dibuat berdasarkan cerita Mahabarta dan disutradari oleh Narliswandi Iwan Piliang.

1990:
Pada era ini sudah banyak studio animasi yang bermunculan di Indonesia seperti Asiana Wang Animation yang bekerja sama dengan Wang Film Animation Tawan, Evergreen, Marsa Juwita Indah, Red Rocket Animatio Studio (Bandung), Bening Studi (Yogyakarta), dan Tegal Kartun (Tegal).

1993:
Tidak hanya 2D, animasi Indonesia berkembang ke arah animasi 3D. Hela Heli Helo merupakan film animasi 3D pertama yang dibuat di Surabaya. Hela Heli Helo diproduksi oleh PT INDEX dan disutradarai oleh Yuwono. Film animasi 3D ini menceritakan tentang helikopter bernama Hela, Heli, Helo yang sering diganggu pesawat jet jahat. Hela Heli Helo ini pernah tayang di TPI.

1993:
Masih di tahun yang sama, demi memajukan perkembangan animasi di Indonesia terutama dalam industrinya, beberapa animator berinisiatif membuat suatu komunitas yang menjadi wadah saling bertukar informasi dan pengalaman dalam berbisnis dan juga mempersatukan visi di antara pekerja animasi.

ASOSIASI ANIMASI INDONESIA didirikan pada 1993 oleh beberapa tokoh antara lain Mulyono, pengelola studio yang memperkerjakan sejumlah in betweener film-film mancanegara, Amoroso Katamsi (Direktur Utama PPFN), Daniel Haryanto, Wagiono, Denny A Djunaid, dan Johnny Jauhari.

1995:
Sepertinya bisa dikatakan Surabaya adalah kota dimana studio animasi cukup aktif. Adanya film seri animasi “Satria Nusantara” oleh Pro Animasindo dan disutradarai oleh Dian CH. Animasi ini keseluruhan prosesnya dikerjakan di Indonesia termasuk pada saat paska produksinya, dikerjakan oleh Gema Cipta Media Animasindo yang bekerjasama dengan PT Nurtanio. Sayangnya rencana untuk ditayangkan sebanyak 23 episode di TPI ini hanya bertahan 13 episode dengan kendala dana.

Pada saat ini memang tidak hanya Surabaya dan Jakarta saja, beberapa kegiatan animasi juga mulai aktif di beberapa kota seperti Denpasar dan Bandung.

1998:
Dirjen Kebudayaan, Ibu Edi Sedyawati pada tahun itu mendeklarasikan bahwa 12 Februari 1998 merupakan Hari Komik dan Animasi Nasional. Hal ini bertepatan pada Pekan Komik dan Animasi Nasional yang diselenggarakan di Galeri Nasional Jakarta pada tahun itu.

Walau begitu, deklarasi ini belum disosialisakan secara baik terutama bagi para komikus yang menetapkan sendiri ‘Hari Komik Nasional’ jatuh pada tanggal 4 April yang juga diperingati sebagai hari lahirnya RA Kosasih, Bapak Komik Indonesia.

1998:
Sebagaian besar anak 90-an pasti pernah ditemani animasi-animasi yang diproduseri oleh Herijanto Judarta bersama studio Bening Studio, salah satunya adalah animasi “Bawang Merah Bawang Putih“. Animasi ini mengangkat dongeng Indonesia yang berasal dari Riau tentang dua orang gadis cantik kakak beradik yang memiliki sifat dan perangai sangat berbeda lagi bertolak belakang, serta mengenai seorang ibu tiri yang tidak adil dan pilih kasih.

1998:
Sepertinya Bening Studio dengan Herijanto Judarta selaku produser nyatanya mempelopori animasi-animasi yang berbasis cerita rakyat. Tidak hanya Bawang Merah Bawang Putih, Bening Studio juga membuat seri animasi “Petualangan Si Kancil” yang menceritakan tentang seekor kancil cerdik, pintar, dan selalu lolos dari binatang lain yang menjahilinya. Walau begitu Kancil juga selalu berbuat ulah kepada hewan lain dan membuat hewan lain kesal. Namun karena Kancil pintar maka dia selalu menang atas kejahilannya.

1998:
Departemen Kebudayaan & Pariwisata menggelar acara Pekan Komik dan Animasi Nasional (PKAN) yang merupakan ajang kedua kalinya digelar di Jakarta, dan menampilkan beberapa karya animasi dari beberapa studio seperti Red Rocket Animation, Animagic Studio, Denny Animation, Dwi Koen Studio, dan Studio MOCA.

2000:
Masih ingat serial animasi fabel “Dongeng Aku dan Kau” yang disponsori oleh Nestle Dancow? Animasi pendidikan ini diproduksi oleh Red Rocket Animation Studio Bandung yang merupakan salah satu studio animasi di Indonesia yang paling produktif pada saat itu. Banyak kebutuhan iklan dan bumpers TV diproduksi dari studio animasi satu ini. Beberapa seri animasi yang diproduksi oleh studio ini di antaranya “Kilip dan Puri Rembulan“, “Mengapa Domba Bertanduk dan berbuntut Pendek” dan “Si Kurus dan Si Macan“.

Berikutnya di Sejarah Animasi Indonesia, Part.3: 2003 – 2009
Banyak studio animasi yang produktif memproduksi animasi khususnya animasi 3D. Tidak hanya memproduksi, mereka juga mengukir segelintir prestasi dalam industri animasi Indonesia. Karya-karya animasi apa saja yang muncul di tahun itu? Tunggu pembahasan selanjutnya ya~

Sumber: ANIMAKINI







Popcon Asia

Popcon Asia is the premier pop culture event by Popcon Inc, dedicated to creating awareness of, and appreciation for creative and popular art forms.


Copyright 2017 © Popcon Asia