Media

[REVIEW] Komik JITU #1: Komik Thriller yang Belum Lulus Sensor



Posted on Dec 04, 2017

Salah satu komik yang dirilis oleh re:ON Infinte (Brand re:ON Comics untuk komik yang bersegmentasi pembaca dewasa) yang paling dinantikan di Neo Comicfest ID kemarin adalah komik JITU yang dibuat oleh Yudha Negara Nyoman dan Haryadhi, komikus di balik RIXASetan Jalanan, dan KOSTUM (komik strip utntuk umum).

Dalam sinopsisnya, komik JITU bercerita tentang Rudra, pemuda yang dihantui dosa masa lalu, dalam perjalanan hidupnya. Tak disangka, nasib kemudian menjerumuskannya ke dalam kompetisi penembak jitu yang penuh darah.

Sesuai dengan segmentasi usia pembaca dewasa, komik JITU dipenuhi dengan adegan berdarah, kekerasan, dan bahasa kasar. Tetapi hal-hal tersebut memang diramu sesuai kebutuhan cerita, bukan sekedar pemanis atau untuk keren-kerenan aja. Karena setiap adegan kekerasan yang ada memang dirasa perlu, menjadi bagian dari cerita, dan mewakili kekuatan karakternya sendiri.

Sebagaimana komik Setan Jalanan dan RIXA, Haryadhi sepertinya senang menyuguhkan kisah dengan alur bolak-balik. Bagaimana bangunan karakter utama digambarkan dengan kisah-kisah masa lalunya yang menjadikannya pribadi yang seperti saat ini.

Genre action-thriller yang divisualisasikan dalam komik JITU memiliki pemilihan angle-angle yang menarik, sound effect yang ditulisan secara gahar, dan gambar kekerasan yang digambarkan secara gamblang mampu membuat setiap adegan semakin menegangkan.

Menariknya lagi, komik JITU bukan hanya sekadar bercerita tentang Rudra dengan para penembak jitu, tetapi juga tentang makna dari kata JITU yang memiliki arti khusus tersendiri, dimana cerita yang sebenarnya baru akan dimulai dari judul komik ini sendiri. Tentu saja volume 1 ini merupakan permulaan kisah dari “JITU” yang dimaksud dalam komik ini.

Latar belakang tempat Indonesia dalam komik JITU begitu kental sehingga setiap adegan dalam komik ini memiliki kesan tersendiri yang bisa mengingatkan kita pada berbagai kejadian yang terjadi di sekitar. Contoh paling sederhana adalah kasus pembegalan yang juga disentuh dalam cerita komik ini, dan masih banyak lagi. Komik ini bisa memicu otak untuk cocoklogi dengan keadaan Indonesia saat ini walau Indonesia yang ada di dalam komik ini bisa dikatakan fiktif atau sebuah alternate universe.

Ide cerita komik JITU sendiri berawal dari Yudha Negara Nyoman yang melihat status Facebook Haryadhi perihal pembalap liar tiga tahun yang lalu. Yup, pengerjaan komik ini memakan waktu selama tiga tahun, dimana ide komik ini sudah ada lebih dulu sebelum Haryadhi membuat komik RIXA.

“Ini cita-cita gue yang pengen bikin komik tentang Indonesia di dua sisi, yaitu distopia dan utopia. Kalo RIXA itu utopia, nah komik JITU itu distopia. Mungkin alam bawah sadar gue juga kali ya, RIXA dan JITU tuh saling berlawanan tapi berdampingan. Karakternya sama-sama punya inisial huruf ‘R’, tapi yang satu cewek (Rixa) dan yang satu cowok (Rudra). Baik RIXA maupun JITU juga punya karakter komandan yang pastinya sifatnya juga berlawanan. Beda banget,” ungkap Haryadhi.

Sayangnya komik JITU hanya dicetak sebanyak 500 komik saja di Neo Comicfest kemarin. Komik ini sendiri memang sudah melalui ‘editor’s cut’ untuk sensornya, tetapi belum melalui proses sensor untuk diterbitkan di toko buku. Jika komik JITU akan diterbitkan di toko buku maka 500 komik yang dijual di Neo Comicfest kemarin akan menjadi komik dengan adegan yang komplit, mengingat adegan-adegan kekerasan yang terdapat dalam komik ini rasanya belum bisa lulus sensor untuk dipajang di toko buku Indonesia.

Pihak re:ON comics sendiri juga belum mengumumkan terkait penjualan komik JITU ini akan seperti apa nantinya, dijual di toko buku atau melalui online. Yang jelas jika kamu haus akan komik action-thriller yang bangunan ceritanya oke, komik JITU wajib kamu baca!







Popcon Asia

Popcon Asia is the premier pop culture event by Popcon Inc, dedicated to creating awareness of, and appreciation for creative and popular art forms.


Copyright 2017 © Popcon Asia