Blog

Putri Ayudya: Dari Peran Ibu, Dambakan Peran Laki-Laki



Posted on Nov 14, 2017

Beragam pekerjaan sudah ia lakoni, mulai dari MC, pembaca berita, pembawa acara program petualang, Putri Intelegensia di Putri Indonesia 2011, hingga FTV dan sejumlah film nasional dengan berbagai macam peran, termasuk ‘Guru Bangsa’ bersama Reza Rahardian dan ‘Bangkit’ bersama Vino Bastian. Berbagai aktivitasnya di layar ini tidaklah mengherankan, mengingat pemilik nama lengkap Annisa Putri Ayudya ini sudah berkecimpung lama di bidang seni pertunjukan. Ia bahkan mendirikan “TEKO”, Teater Psikologi, bersama dengan 8 orang teman-temannya dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia di tahun 2007.

Kualitas angktingnya saat ini bisa kamu lihat di film Wage, sebuah biopic, atau film biografi tentang Wage Rudolf Supratman, sang pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.

#CREATORofTHEWEEK

Bagaimana ia mengatasi karakter yang minim akan referensi, film-film apa lagi yang akan ia kerjakan, dan seperti apa karakter cowok impiannya? Simak wawancaranya dengan POPCON Media berikut ini:

[POP] Jadi bagaimana ceritanya seorang Putri Ayudya bisa bermain di film Wage?

Awalnya saya dengar dari Mas Cupi (Yusuf Pattawari, audio engineer Wage dan Posesif), beliau mendapat tawaran film berjudul Wage. Saya lihat naskahnya bagus. Tidak lama setelah itu manajer saya juga mendapat penggalan naskah dengan judul yang sama. Karena sudah terlanjur suka, akhirnya lanjut kontak dengan tim Wage.

[POP] Kemudian bagaimana proses casting-nya?

Nah ini, castingnya harus mengirim sample dalam bentuk video dan ini video casting pertama saya, jadi saya sengaja berdandan ala karakter dan menghafal naskah. Akhirnya terkirim juga menjelang deadline terakhir. Kemudian lanjut ke panggilan workshop di Yogya. Saya tahu kalau proses casting ini masih akan lanjut sebelum ada “hitam atas putih”. Sampai akhirnya proses workshop awal selesai, saya, sutradara, dan produser duduk bersama, baru saya yakin saya mendapatkan peran Roekijem Supratidjah.

[POP] Apa yang membedakan Wage dengan film-film Putri sebelumnya?

Para pemain di sini rata-rata aktor teater atau bukan aktor sama sekali. Kami menjalani workshop tiga bulan. Pemeran utama, Rendra bahkan lebih lama lagi. Beberapa aktor juga ada yang baru bergabung belakangan, seperti Teuku Rifnu Wikana dan Prisia Nasution.

[POP] Apa saja tantangannya?

Referensi tentang Ibu Roekijem sangat sedikit. Masalah klasik sebenarnya, selebihnya proses jatuh bangun pencarian karakter. Karena literaturnya sangat sedikit, jadi harus ditambah dengan interpretasi bebas. Interpretasi ini dilakukan atas dasar diskusi mendalam dengan sutradara, pemain lain, dan acting coach. Selain itu juga ada pendekatan mannerism dengan keluarga Wage.

[POP] Apa benar ini film Putri yang ke-8?

Wage ini film ke-4 saya sebagai supporting role, selain itu juga ada lima film saya sebagai women leading role, dan beberapa film pendek. Dua diantaranya akan tayang di 2018.

[POP] Wah, film apa saja itu?

Ada film komedi yang berjudul ‘Gila Bule Gila‘ dan film fantasi anak ‘Petualangan Menangkap Petir‘. Ah iya, ada juga satu omnibus horor, judulnya ‘Dongeng Mistis‘. Empat cerita tentang setan-setan Indonesia. Insya Allah saya juga akan menjajaki posisi co-producer tahun depan. Mohon doa ya, ada film yang akan saya kerjakan dengan Reel8 Films.

[POP] Putri dengan wajahnya yang Jawa banget, apa tidak takut mendapat peran yang stereotipe terus?

Takut, tidak. Saya kira bukan wajah Jawa yang bikin stereotipe, tapi kesan karakter tertentu yang ditimbulkan. Peran yang jelas-jelas Jawa sebetulnya hanya ada dua. Selebihnya saya pernah jadi orang Pulau Muna, Sulawesi, orang Jakarta, orang Toba, dan lain-lain. Saya justru diingatkan untuk membatasi peran Ibu. Karena kesan keibuan itu yang bikin saya sering dapat peran ibu. Untungnya saya senang jadi ibu. Juga saya rasa apa pun perannya, setiap perempuan juga memiliki karakter yang berbeda. Jadi apa pun perannya tetap spesial. Saya juga yakin, tokoh yang memilih pemainnya. Naskah yang memilih aktor dan pembuat filmnya. Jadi kalau ada naskah yang memilih saya lagi, saya siap. Pun kalau jadi ibu lagi.

[POP] Peran seperti apa yang masih didambakan?

Jadi laki-laki. Hahaha.. Nah, kalau ditanya begini saya selalu bingung jawabnya. Soalnya ada saja peran yang tidak diduga-duga datang. Yang jelas saya senang tantangan dan peran yang juga insightfull. Bukan cuma sekedar cari sensasi.

[POP] Selain bermain film, apa saja kegiatannya saat ini?

Saya jadi duta TAGANA (Taruna Siaga Bencana) tahun 2016-2018, jadi relawan di bawah Kementerian Sosial RI.

[POP] Mana yang lebih menyenangkan, panggung teater, film, presenter tv, pembaca berita, atau bisnis woman?

Hihi, semua seruuuuu… Tapi buat saya panggung teater punya api yang ngga pernah padam.

[POP] Ngomong-ngomong soal teater. Artis-artis film sekarang kadang tidak melalui jalur teater, seberapa penting Putri melihat bekal teater ini untuk film?

Wah ini jadi subjektif karena aku orang teater ya, menurutku penting banget. Karena latihan teater memberi kesempatan kita untuk memperbesar proyeksi dan mengatur energi dalam berekspresi.

[POP] Siapa aktor dan aktris favorit Putri, dari dalam dan luar negeri?

Kalau dalam negeri saya suka Reza Rahadian, Teuku Rifnu Wikana, dan Abimana. Aktrisnya Tika Bravani, Ine Febrianti, dan Sita Nursanti. Sedangkan dari luar negeri, saya suka Jack Nicholson, Chris Evans, Tilda Swinton, Anne Hathaway, dan Helena Bonham Carter.

[POP] Mas Rifnu yang mendapat Piala Citra Aktor Terbaik 2017? Ah dia juga berperan di Wage ya?

Iya, Mas Rifnu juga orang teater. Saya pernah nonton beliau pentas, filmnya juga, dari Merah Putih, Negeri Tanpa Telinga, Night Bus, trus kerja bareng di Wage. Mas Rifnu santun sekali. Respect dan suportif pada rekan aktor dan crew. Makin nge-fans. Asyik juga, beliau senang berbagi.

[POP] Kalau Roekijem menikah dengan pria Belanda, bagaimana denan seorang Annisa Putri Ayudya, pria seperti apa yang ia dambakan sebagai pendamping hidup?

Saya mudah kagum dengan laki-laki yang sociable, intelektual, berani, dan bertanggung jawab.

[POP] Apakah ada kemiripan karakter Putri dengan karakter Roekijem?

Ada. Roekijem tahu apa yang ia inginkan dan tahu bagaimana mencapainya. Saat ini saya sedang berproses untuk menjadi orang seperti itu. Kami berdua sayang keluarga, keras pendirian, dan siap bekerja keras tapi juga tidak lupa bersenang-senang. Rasanya itu kesamaan kami. Pun, dari situ saya berangkat untuk memperkenalkan Roekijem dalam film Wage.

Film Wage disutradarai oleh John De Rantau, sutradara film ‘Denias, Negeri di Atas Awan’ yang memperoleh empat piala citra di 2006.  Nah, mumpung filmnya masih tayang di bioskop, ayo kita nonton, dan dukung terus film Indonesia!







Popcon Asia

Popcon Asia is the premier pop culture event by Popcon Inc, dedicated to creating awareness of, and appreciation for creative and popular art forms.


Copyright 2017 © Popcon Asia