ANIMATION

POP TEAM EPIC, Kegilaan POP CULTURE dalam Animasi yang Hakiki

By : Al Dabaran | February 5, 2018

Pernah membayangkan menonton serial animasi yang pengisi suara karakternya selalu berganti dalam setiap episodenya? RALAT, bukan tiap episode, tapi tiap setengah episode! Yup, Pop Team Epic atau yang juga dikenal dengan “poputepipiku” ini lebih absurd lagi, karena dari durasi tayang 30 menit, serial ini sebetulnya hanya berdurasi 15 menit, dan 15 menit berikutnya adalah pengulangan cerita, dengan beberapa modifikasi, termasuk mengganti pengisi suaranya. Bingung? Coba saja saksikan Pop Team Epic secara utuh yang tayang setiap hari Minggu di Jepang. Pada 15 menit pertama, kamu bisa menyaksikan duet Popuko dan Pipimi yang diisi suaranya oleh seiyu laki-laki, dan 15 menit berikutnya, rangkaian cerita yang sama akan diisi oleh seiyu perempuan. Tapi kegilaan dari serial ini tidak hanya sampai di situ…

Jajaran karakter yang seiyunya mengisi Popuko dan Pipimi. Selalu berpasangan dari serial yang memang sudah populer.

 

Satu episode secara bersih setelah dipotong iklan hanya 24 menit. jika dibagi dua, setiap minggunya hanya menampilkan 12 menit cerita asli, lengkap dengan lagu opening dan ending. 12 menit berikutnya bisa dibilang hanya pengulangan, juga lengkap dengan lagu opening dan ending. Tapi bukan berarti 15 menit berikutnya jadi tidak penting dan tidak perlu dilihat, justru di sinilah kegilaannya dimulai.

Catatan: Awalnya animasi Pop Team Epic dibuat hanya untuk web series (Nico Video) sepanjang 15 menit, tapi karena stasiun TV (Tokyo MX) memintanya, akhirnya dijadikan program tayang 30 menit. 15 menit konsep asli itu akhirnya dibuat menjadi 2 versi: Part A & Part B.

Bayangkan kamu menonton cerita yang sama, tapi dengan detail yang berbeda, atau dengan ending yang berbeda. Kalau di bagian pertama jagoannya mati, di bagian kedua jagoannya hidup. Apalagi Pop Team Epic sendiri terdiri dari sketsa-sketsa pendek yang bisa dikembangkan ke segala hal. Aoi Umeki & Thibault Tresca (Kamikaze Douga), Jun Aoki (Space Neko Company), Makoto Yamashita, Junichi Yamamoto, Kazuki Sekiguchi, dan Uchu People, para sutradara gokil dari serial ini rupanya memang ingin membuat sebuah serial dimana dengan materi yang mudah, dari ide yang sederhana, tapi bisa menghasilkan beragam hasil cerita yang tak terbayangkan.

Sketsa-sketsa yang hadir di Pop Team Epic bisa dibilang hampir sepenuhnya parodi, mengambil banyak referensi dari beragam pop culture yang ada di dunia. tidak hanya memparodikan serial animasi dan game jepang seperti Dragon Ball, Your Name, Chrono Trigger, Ultraman, dan Super Robot Wars, tapi juga pop culture Amerika. Seperti The Walking Dead dan Mickey Mouse yang baru saja mereka lakukan di episode 5, yang tayang hari Minggu kemarin.

Duet Popuko yang pendek dan pemarah, serta Pipimi yang tinggi dan lebih sabar, tidak sedang mengolok-olok, tapi mereka sedang menggelitik imajinasi kita dengan berbagai macam referensi pop culture yang ada.

Pada episode pertamanya saja Pop Team Epic sudah memparodikan adegan iconic dari film-film animasi terpopuler “My Neighbor Totoro” dari Studio Ghibli dan “Kimi no na wa/ Your Name” dari CoMix Wave/ Toho. Yang semuanya digarap dengan kualitas animasi yang serius, tidak asal, bahkan disesuaikan dengan style aslinya.

Tapi Pop Team Epic tidak sekedar parodi. Dia juga punya cerita uniknya sendiri. Misalnya bagaimana pertemuan awal Popuko dan Pipimi. Memang tidak detail dan tidak terlalu bermakna, tapi dari sanalah kita bisa mengerti kalau serial ini memang sengaja dibuat se-absurd mungkin.

Contohnya berikutnya ada di episode kedua. Saat Popuko dan Pipimi tiba-tiba muncul di animasi yang belum jadi. Gambar kemudian beralih ke situasi nyata dimana para seiyu kebingungan dan marah-marah pada produser, karena mereka menolak kalau harus improvisasi terus tanpa ada naskah yang jelas. Ditengah kebingungan itu, penonton dikagetkan dengan kemunculan sosok hantu yang hanya bisa dilihat oleh penonton. Tapi ternyata klimaksnya bukan di situ, masih ada sosok lain yang baru keliatan setelah perlahan gambar di-zoom ke pojokan. Jreng-jreng…

Nah, bagaimana kalau kamu menyaksikan cerita ini di paruh kedua? Pastinya kamu berpikir “Ah nanti kejutannya akan ada di situ,” di bagian akhir ada si anu. Ternyata kamu salah! Di sinilah kreatifitas unik Tim Epic jadi sangat menghibur. Kamu bisa menikmati cerita di paruh kedua dengan cara yang terduga.

Dalam setiap episodenya, setidaknya ada 6-8 segmen, yang kemudian akan dimodifikasi di paruh kedua. Durasinya tiap-tiap sketsanya tidak selalu sama. Ada yang 20 detik saja, ada yang sampai tiga menit.

Dengan durasi yang beragam ini, tipe-tipe sketsanya bisa sangat beragam. Mulai dari “Screen Cap Time” ala-ala permainan “gif” di internet, segmen prakarya, bernyanyi bersama, sampai cerita yang agak panjang seperti adegan seiyu yang marah-marah tadi.


Popuko dan Pipimi sudah tersedia juga dalam bentuk Nendo seharga 8.000 Yen.

 

Yang jelas, kalau kamu yang merasa paham banget soal pop culture, terutama pop culture yang berasal dari Jepang, serial ini akan menghibur banget.

Pop Team Epic bisa dibilang bukan sembarang serial animasi, tapi memang sudah dipersiapkan sebagai meme generator. Dimana setiap adegan-adegan penting dalam setiap sketsa/ episodenya bisa menjadi populer kemudian di dunia maya, karena unsur parodi/ plesetan-nya tadi. Para fans bahkan bisa mengedit lagi potongan-potongan adegan tadi dan mengganti, atau menambahkannya dengan referensi pop culture lainnya yang lebih mereka suka.

Efek meme inilah yang membuat Pop Team Epic sukses memenuhi timeline social media, apalagi bagi kamu yang berteman dengan para vvibu. Setiap hari pasti ada saja meme-meme baru dari Popuko & Pipimi yang beredar. Akhirnya, yang belum pernah nonton pun jadi penasaran dan ingin lebih kenal dengan karakter-karakter absurd yang ternyata berasal dari komik dengan judul yang sama, yang sudah terbit sejak 2014.

Pop Team Epic pertama kali terbit sebagai web comic di situs Takeshobo. Dalam media komik, seri ini cukup sukses dan sudah terbit sampai season ketiga. Kalau kamu belum pernah membaca komiknya, rasanya tidak perlu khawatir. Karena versi animasinya walaupun menampilkan karakter yang sama, tapi menghadirkan cerita yang berbeda. Untuk musim pertama ini, Pop Team Epic dijdawalkan tayang sebanyak 12 episode, dimana episode terakhirnya akan tayang pada 25 Maret 2018 di Jepang, dan episode pertamanya sukses ditonton 1 juta orang hanya dalam waktu dua hari.

Sejak saat itu popularitas Popuko dan Pipimi juga sudah menggila. Berbagai macam merchandise-nya, mulai dari kaos, tas, gantungan kunci, boneka, kostum, laris manis bahkan terjual habis di popup store yang dibuka di beberapa kota. Bahkan untuk di Shibuya Tokyo, penyelenggara terpaksa menutup toko, karena merchandise-merchandise ini sudah habis hanya dalam empat hari saja, dari rencana pembukaan selama satu minggu. Menakjubkan bukan?

Tapi tidak hanya sampai di situ, karena POP Team Epic juga sudah memiliki cafe sendiri, yang tentunya juga menghidangkan berbagai macam menu makanan dan minuman yang bertemakan Popuko dan Pipimi.

Maka tidak bisa dipungkiri kalau kesuksesan Pop Team Epic ini bisa dibilang model baru dari kreatifitas pop culture masa kini. Dari komik, ke animasi, dengan konsep parodi yang out of the box, jadi bahan yang mudah dimodifikasi, sehingga cepat viral di dunia maya, konsep yang bisa ditiru bagi para kreator di Indonesia.

Sekilas sih, terbayang kalau komik Ghosty bisa menerapkan konsep ini. Dari sisi komiknya yang mengangkat isu terkini di kalangan kolektor, bisa mulai dieksekusi menjadi serial animasi dengan gaya yang juga unik. Tapi eksekusi menjadi sketsa-sketsa animasi yang tepat inilah yang pastinya tidak mudah. Tapi bukan berarti tidak bisa dicoba…

This slideshow requires JavaScript.

Nah bagaimana menurutmu tentang serial ini? Memang menarik atau terlalu aneh? Berikan pendapatmu ya~

Copyright 2018 © Popcon Asia
Show Buttons
Hide Buttons