CREATOR OF THE WEEK

Michael Tju: Kalian kuliah mahal, jangan mau ditawar rendah. Design is Art, You Name Your Own Price!

By : Al Dabaran | May 5, 2018

Tepat setahun yang lalu film super hero kerjasama Indonesia–Jepang, “Satria Heroes: Revenge of Darkness” tayang di bioskop Indonesia. Desain posternya ternyata dikerjakan oleh Michael Tju, mantan desainer majalah PLAYBOY yang sejak 2016 nyemplung mengerjakan ratusan poster-poster film Indonesia, bahkan termasuk yang paling mahal lho!

Desainer Grafis lulusan UPH kelahiran November 1981 ini sudah tertarik membuat poster sejak kecil. Ia menyaksikan bagaimana tetangga belakang rumahnya membuat lukisan wajah yang mirip, lengkap dengan latarnya untuk sebuah poster film.

Tapi kenapa sekarang ia lebih fokus jualan “mainan”? Bagi kamu yang ingin tahu seluk beluk pembuatan poster film, termasuk tips dan tantangannya, yuk simak wawancaranya berikut ini…

#CREATORofTHEWEEK

[POP] Dari ratusan poster film yang sudah dibuat oleh Kak Michael, awalnya dari mana?

Mulainya dari 2006, ngga sengaja dapat kerjaan ngedit poster dari Rexinema untuk “Jelangkung 3” (Sutradara Angga Dwimas, rilis Oktober 2007). Karena saya dulu desainer di Playboy Indonesia, bosnya ini juga pemilik Rexinema. Dia suka kerjaan saya, akhirnya diminta bantu untuk bikin poster film.

[POP] Biasanya order pembuatan poster itu kapan? Saat masih proses produksi atau setelahnya?

Tergantung, ada PH (Production House/ Rumah Produksi) yang mengerti betapa pentingnya poster untuk materi promosi, jadi poster dibuat jauh hari sebelum shooting dimulai. Tapi ada beberapa PH, biasanya PH baru, mereka cenderung minta poster di detik-detik terakhir.

[POP] Apa itu termasuk juga dengan still photographer?

Bisa paket, bisa terpisah. Bedanya, kalau paket, fotonya sudah pasti ok karena kenalan saya dan tahu cara kerja saya. Kalau pakai photographer dari pihak lain juga bisa, tapi kerjaan saya pasti jadi lebih berat sedikit karena harus ada sedikit “penyesuaian”.

Di industri ini sebetulnya sudah biasa mengajak desainer atau fotografer yang mereka kenal, sehingga suasana di lokasi shooting lebih cair dan friendly, ketimbang kita ajak orang baru.

Kiri: Idealis; Kanan: Komersil

[POP] Apakah ada idealisme dalam membuat sebuah poster?

Ada, tapi yang idealis selalu kurang komersil dan nggak dipilih oleh produser. Mereka minta yang komersil.

[POP] Biasanya ide itu datangnya dari PH atau gimana?

Bisa dari mana aja. Kadang sudah ada brief, kadang dibebaskan, kadang banyak aturan, kadang minta dibuat seperti cover novel nya, nggak pasti.

[POP] Tapi kenapa ya banyak poster film kita yang kesannya nyontek?

Kalau saya yang buat, saya nggak akan ngejiplak. Tapi PH yang sering minta saya ngejiplak. Kalau ada design saya yang ngejiplak, pasti itu request dari PH. Contohnya ini, “Bikin seperti Kungfu Pan*a yah Pak Mike!” And I was like, “OKAY SIR!”

[POP] Haha, tapi memang jadinya hanya satu versi saja ya?

Biasanya tiap judul dibuat 3 versi, tapi yang dipakai untuk Final Art-nya hanya satu saja.

[POP] Trus, apa yang membuat sebuah poster film itu mahal?

Mahal murah itu relatif. Buat PH kecil, 1 juta itu mahal. Tapi buat PH besar, 1 juta itu murah. Dalam menentukan harga, saya memperhitungkan semua hal. Mulai dari dengan siapa saya berkerja, siapa sutradaranya, siapa PH-nya, berapa lama deadline-nya, apa saja materi yang mereka perlukan, juga kedekatan saya dengan mereka. Yang penting saya selalu deliver yang terbaik dari hati.

[POP] Apa ada cerita unik Kak Michael dalam membuat sebuah poster film?

Banyak sih, semua punya cerita sendiri. Semua menantang dalam prosesnya sendiri, setiap design punya cerita unik masing-masing. Yang telat bayar juga ada. Haha…

[POP] Berapa banyak poster yang bisa Kak Michael dalam setahun?

Dulu sebulan saya bisa bikin untuk 4 judul, sekarang setahun maksimal 3. Karena sudah sibuk dengan Victory Toys dan ada bisnis keluarga yang juga baru dimulai.

[POP] Dari bisnis poster ini, apa lagi yang belum tercapai?

Untuk dunia film bisa dibilang sudah cukup tercapai. Semua PH dan Sutradara tahu nama saya sebagai desainer yang paling mahal, makanya banyak yang mundur, haha. Tapi nggak masalah, mereka yang tahu “kualitas” pasti balik ke saya.

[POP] Nah, kenapa akhirnya bikin Victory Toys (VT)?

Memang awalnya hobi sejak kecil, berawal dari koleksi pribadi, terlalu serius hingga akhirnya memutuskan punya toko mainan bersama partner bisnis saya.

[POP] Apa yang membuat VT ini unik?

Kalau toko lain itu pebisnis yang kebetulan punya bisnis mainan, sedangkan VT adalah kolektor yang memutuskan punya toko collectible. Kamu tahu barang dan mengerti barang.

[POP] Belakangan kan ramai masalah SNI, kolektor mainan seakan dipersulit karena mainan yang mereka bawa dari luar harus ada standar nasionalnya, ada izin importnya, dan lain-lain. Bagaimana menurut Kak Michael?

Sebagai kolektor saya merasa sangat dirugikan. Tapi kita harus jelas dulu nih, biar sama presepsi yah, Kolektible itu 14+, Mainan itu 14 kebawah. Saya pribadi kan kolektor kolektibel (14+), jadi saya pusing kalau barang saya disamakan dengan barang anak-anak.

[POP] Ruginya di mana?

Jelas rugi dong. Beli barang pribadi aja dipersulit, padahal sudah jelas aturan dari BSN (Badan Sertifikasi Nasional) yang menyebutkan, mainan yang kena SNI adalah yang diperuntukan untuk umur 14 tahun kebawah. Di kemasan barang yang kita beli juga tertulis jelas kok 14+. Sebagai toko kolektible, barang yang kita jual bukan untuk anak-anak 14 tahun kebawah, jadi tidak butuh SNI. Tetapi jika ada, kami sebagai pebisnis yang taat hukum, pasti akan melakukan semua perijinan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Bersama Komunitas Action Figures & Diecast dengan Direktorat Jendral Bea Cukai Indonesia.

[POP] Bisnis mainan saat ini terus berkembang, industrinya terus tumbuh, varian & semakin banyak, pemain besarnya ada, pemain kecilnya juga tambah banyak, gimana seorang Michael Tju melihat persaingan di bisnis ini?

Jangan dilihat sebagai persaingan, tetapi bersatu semua sebagai rekan bisnis untuk maju bersama.

[POP] Kembali ke poster film, apakah ini bisnis yg terbuka buat semua orang, atau hanya untuk yang sudah expert aja?

Ini open business, siapa saja yang sanggup melayani PH dan Sutradara, dan cinta film Indonesia silahkan bergabung, dan rasakan sendiri industrinya.

Tapi ada tips dari saya, JANGAN BANTING-BANTING HARGA! Kalian kuliah mahal-mahal, jangan mau ditawar rendah! Design is Art, you name your own price!


Bagi kamu yang mau dapetin GRATIS poster film “Satria Heroes: Revenge of Darkness” ukuran 70x100cm yang didesain oleh Michael Tju, langsung cek Instragram POPCON Asia ya~

Copyright 2018 © Popcon Asia
Show Buttons
Hide Buttons