MOVIE & TV

Mau Kerja di Industri Film? Profesi Ini Gajinya Lebih Tinggi dari Sutradara Lho!

By : Al Dabaran | January 5, 2018

Mau kerja di indutri film Indonesia? Ada beberapa profesi menarik dan penting selain Sutradara atau Penulis Skenario yang bisa kalian prospek. Dan bisa jadi, pendapatan setahunnya bisa lebih besar ketimbang dua profesi di atas.

1. Asisten Sutradara (Astrada)/ Assistant Director (AD)

AD adalah tangan kanan Sutradara untuk mengurus jadwal shooting, memastikan kru/pemain siap shooting, agar sang Sutradara bisa konsentrasi di urusan kreatif. AD yang pintar adalah kunci shooting yang tepat waktu dan lancar.

AD terbagi atas First Assistant Director (1st AD) dan 2nd AD. Untuk produksi skala besar, bisa ada 2nd 2nd AD atau 3rd AD. AD tidak mengurusi soal kreatif, jadi AD bukanlah orang yang bikin pengadeganan, menentukan letak kamera, mengarahkan akting pemain, dsb. Karena itu semua merupakan tugas dari Sutradara.

Nah untuk alur kerjanya, setelah terima skenario, 1st AD akan bikin breakdown jadwal shooting, breakdown keperluan departemen-departemen lain, dan jadwal para pemain. Beban kerjanya memang kadang kebangetan, tapi di situlah seninya. Di saat suting, 2nd AD bisa menyiapkan aktor, cek make-up, dan bantu 1st AD membuat jadwal untuk hari-hari berikutnya.

1st AD adalah orang yang setiap akan shooting teriak “STAND BY!”, “ROLL SOUND!”, “ROLL CAMERA!” Baru setelah itu sutradaranya akan teriak “ACTION!” dan “CUT!” AD atau Astrada ini juga harus tahu setidaknya ilmu dasar dari tiap departemen, termasuk penyutradaraan, kamera, dan artistik. Harus ramah sekaligus tegas. Yang pemalu dan pendiam, dijamin nggak bisa jadi AD. Pokoknya AD ini sosok yang keren lah di lokasi!

Gaji untuk 1st AD di film bisa sampai sampai 1/3 gaji Sutradara. Tapi karena tugas AD sudah selesai setelah shooting selesai, maka para AD ini bisa cari job lebih banyak dalam setahun.

2. Production Designer (PD) dan Art Director.

Dua jabatan ini sering dipegang oleh satu orang di produksi film skala kecil seperti sering terjadi di Indonesia. Tapi PD tugasnya lebih besar. Setelah terima skenario dan dapat arahan sutradara, PD mendesain ‘dunia’ dari film, termasuk lokasi pengambilan gambar. Sama seperti Assistant Director, profesi ini juga bisa mengerjakan lebih banyak film dalam setahun.

Production Designer dan Art Director juga bertugas mewujudkan visi Sutradara, dan mengembangkannya. Kepintaran mereka jadi salah satu faktor penentu keren atau tidaknya sebuah film.

3. Make-up Artist (MUA) dan Special Make-up Effects

MUA bukan sekedar bedakin pemain film supaya putih atau menor, tapi menegaskan karakter yang dipegang oleh aktor/aktris tersebut sesuai tuntutan skenario dan arahan Sutradara. Make-up Artist dan Special Make-up Effects bisa dipegang oleh orang yang sama, seperti yang dilakukan untuk film Pengabdi Setan. Efek luka di kulit, make-up setan, dan mock-up karakter termasuk contoh tugasnya.

Kebayang kan kerennya profesi Make-up Artist dan Special Make-up Effects di perfilman? Jumlahnya juga masih sedikit di Indonesia. Posisi ini juga membutuhkan skill yang tinggi. Jadi tidak bisa modal bedak aja. Tapi tidak harus melalui pendidikan formal atau kursus, bisa juga otodidak.

4. Casting Director dan Talent Coordinator (TalCo)

Dua profesi ini juga susah dicari di Indonesia karena jumlahnya yang bagus masih sedikit. Casting Director bertugas mencari aktor/aktris yang cocok untuk karakter-karakter yang ada di skenario.

Casting Director yang baik bukan sekedar memberitahukan lowongan casting ke manajemen aktor/aktris yang dia kenal, tapi juga aktif mencari dari tempat lain, dan dari mana saja. Tentunya harus punya mata khusus untuk bisa melihat orang yang punya potensi, tidak sekedar cari yang bening-bening saja.

Banyak aktor/aktris berbakat yang aktingnya keren, termasuk di Indonesia, ditemukan oleh seorang Casting Director. Calon pemain ini kemudian diaudisi dengan cara membaca skenario untuk karakter tertentu. Nantinya para kandidat terbaik akan ditunjukkan ke Sutradara untuk diaudisi kembali siapa yang paling cocok untuk mendapatkan peran yang dicari.

Sedangkan syarat untuk menjadi Casting Director antara lain harus memiliki pengetahuan tentang akting, dan lebih bagus lagi kalau punya pergaulan yang luas, sehingga bisa mencari calon aktor dari banyak kalangan.

Casting Director di Indonesia biasanya juga merangkap sebagai Talent Coordinator. Kalau Casting Director bertugas sebelum syuting, maka TalCo bertugas membantu Assistant Director untuk mengatur jadwal aktor/aktris, dan mempersiapkan mereka saat suting. Selain itu, TalCo juga bertanggung jawab menjaga mood para aktor/aktris agar bisa berakting dengan prima. Untuk itu TalCo harus selalu tahu dan menyiapkan kebutuhan para pemain. Seorang TalCo yang baik juga harus bisa menjadi teman dari para pemain, tapi juga harus bisa bertindak tegas kalau dibutuhkan. Makanya seorang TalCo haruslah seorang yang pede abis dan tidak takut dengan artis-artis yang terkadang lagaknya seperti Diva. Sayangnya, profesi TalCo ini masih kurang di Indonesia.

5. Location Manager

Profesi ini tugasnya mencari lokasi sesuai tuntutan skenario dan arahan Sutradara untuk dipakai syuting. Setelah menemukan kandidat lokasi, Sutradara akan melihat apakah sesuai dengan yang ia bayangkan. Kalau cocok, Location Manager harus mengurus perijinan dan sewa tempat tersebut.

Location Manager harus luwes berkomunikasi supaya diberikan ijin oleh pemilik lokasi, gampang mengurus perijinan, dan bisa dapat harga sewa yang murah. Percaya ngga percaya, ini menjadi profesi yang cukup langka di perfilman Indonesia. Padahal tidak harus menempuh pendidikan khusus. Karena ada banyak yang tidak jujur, sering mark-up harga, atau kongkalikong dengan pemilik lokasi untuk naikin harga. Jadi kalau ada yang jujur, pasti akan sering dipakai jasanya.

6. Script Continuity/ Pencatat Adegan

Profesi yang sering juga disebut sebagai Script Supervisor ini tugas utamanya menjaga kontinuiti adegan, baik secara visual maupun verbal. Catatan hasil kerja pencatat adegan ini sangat dibutuhkan editor untuk mengedit film. Pencatat adegan ini biasanya duduk di sebelah Sutradara. Selain penting, profesi ini juga strategis untuk belajar lebih lanjut tentang syuting film. Karena selain selalu berkomunikasi langsung dengan Sutradara, ia juga harus teliti memperhatikan adegan.

Kalau kamu tertarik mendalami profesi yang masih jarang di Indonesia ini, ada bacaan bagusnya di sini:
“What’s so good about being a Script Supervisor”

7. Still Photographer/Set Photographer

Fotografer yang bertugas memotret adegan sama persis seperti yang ditangkap kamera film dan proses pembuatannya. Selain harus menguasai teknik fotografi, orang ini juga harus siap setiap saat menangkap momen penting dan menarik saat syuting.

Baik foto adegan (still photo) maupun foto behind-the-scenes/ pembuatan film akan digunakan sebagai marketing film. Jadi fotografer-nya harus paham dan siap, untuk setiap saat mengambil foto yang berguna untuk marketing. Jadi bukan sekedar dokumentasi seperti di kawinan.

8. Storyboard Artist

Profesi yang satu ini juga jarang di perfilman Indonesia. Bertugas pada tahap pre-visualisasi, yaitu tahap di mana Sutradara membuat gambaran seperti apa adegan yang ingin dia buat, agar semua departemen tahu apa maunya Sutradara.

Sutradara akan menjelaskan adegan ke Storyboard Artist, lalu menggambar adegan tersebut agar bisa dilihat oleh departemen lain untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan saat syuting. Profesi yang cukup seru, karena harus bisa memvisualisasikan isi kepala sang Sutradara. Storyboard Artist juga sangat dibutuhkan untuk adegan-adegan rumit yang membutuhkan persiapan khusus saat syuting. Kalau tidak, kru mungkin bingung dengan visi Sutradara seperti apa.

Syarat untuk jadi Storyboard Artist, selain harus bisa gambar (helloooh), juga harus tau prinsip dasar ukuran shot dan gerakan kamera. Salah satu tutorialnya bisa kamu baca di sini:
“How to create storyboards for film and television”

9. Line Producer (LP)

Profesi yang nyarinya paling susah di perfilman Indonesia ya ini salah satunya. LP bertanggung jawab seperti Manager dari sebuah produksi. Setelah baca skenario, dia akan membuat budgeting. Berapa milyar yang dibutuhkan untuk bikin sebuah film, karena tidak semua Sutradara mengerti dan bisa melakukannya.

LP juga bertanggung jawab dari hari ke hari memastikan film bisa syuting, uangnya ada, logistiknya ada, dan tidak over-budget. Biasanya tugasnya ini dibantu oleh Unit Production Manager (kadang orangnya dia juga), dan Production Assistant (PA). LP juga membawahi banyak personel untuk produksi, termasuk Location Manager, Ibu Catering, dan Kepala Supir.

Walaupun kedengerannya repot, akan jadi kepuasan dan kebanggaan tersendiri bagi seorang Line Producer kalau syutingnya berjalan lancar, sesuai (atau lebih kecil dari) budget. Dengan skill manajerial dan budgeting ini, seorang LP bisa minta bayaran lebih mahal.

10. Production Assistant (PA)

Profesi ini tentunya gajinya masih jauh dari gaji Sutradara. Tapi profesi ini adalah pintu masuk paling accessible untuk bekerja di perfilman. Di Indonesia, PA biasanya membantu Line Producer dalam mengerjakan tugasnya. Jadi bisa belajar manajemen syuting, sekaligus memperhatikan departemen lain bekerja.

Cara untuk bisa kerja di perfilman biasanya dimulai dari magang. Bisa lihat cara kerja orang-orang secara langsung. Kalau rajin dan cekatan pasti next-nya akan dipekerjakan secara profesional. Jadi anak magang jangan malas, apalagi banyak omong. Amati dengan cermat dan terus belajar!

Bagaimana caranya bisa tahu ada film yang akan diproduksi sehingga bisa magang? Cari tahu lah, bisa lewat medsos, bisa dengan bergaul. Setelah dapat info, bisa langsung kirim surat lamaran magang yang sesuai, jangan cuma kirim pesan di medsos.

Nah, gimana penjabaran profesi-profesi di dunia film ini menurut kamu? Ada yang cocok dengan skill yang kamu punya? Mau coba tantangan baru atau sudah stuck dengan karir yang sekarang? 10 profesi tadi layak dicoba lho!

Sumber: @JokoAnwar

Copyright 2018 © Popcon Asia
Show Buttons
Hide Buttons