Media

Maaf, Cosplayer Hydra dan Nazi Dilarang Masuk!



Posted on Sep 17, 2017

Di negara Jerman dan sebagian besar negara-negara Eropa, juga Israel, menggunakan atribut Nazi, baik itu ikat lengan merah berlogo Swastika, atau mengenakan seragam perang SS (Schutzstaffel/pasukan pelindung) di tempat umum bisa berujung denda atau penjara. Sama halnya di Amerika, walaupun namanya “Land of Freedom“, negara ini pernah berperang dengan Jerman dibawah kekuasaan Nazi, dan banyak keturunan Yahudi-nya yang masih menyimpan trauma atas kekejaman pasukan Hitler ini.

Tapi berbeda dengan negara-negara Asia yang tidak terkena dampak langsung dari kekejaman mereka saat Perang Dunia II berlangsung. Nazi bahkan dianggap sebagai salah satu simbol sejarah yang paling menjual di dunia fashion. Seolah sebagai bagian dari musik punk, kaos dengan logo Swastika bisa bebas dijual, beberapa artis bisa bebas juga mengenakan kostumnya, anak-anak muda pun menggunakan kostumnya untuk cosplay di berbagai event pop culture.

Para ‘Nazi Chic’ (istilah untuk para pengguna busana Nazi) ini seakan tidak mengerti bahwa simbol-simbol yang mereka gunakan itu mewakili organisasi yang secara nyata telah membunuh dan menyiksa jutaan orang di dunia. Apalagi sejak event “Captain America: Secret Empire” (2017) yang menceritakan identitas Steve Rogers sebagai anggota Hydra. Semakin banyak fans yang tidak bisa membedakan mana yang fiksi, mana yang nyata, mana yang keren, dan mana yang mengkhawatirkan. Marvel sendiri memang sudah menyebutkan kalau Hydra bukan Nazi, tapi tetap Hydra adalah Nazi.

Semakin banyaknya anak muda yang berkerumun di event pop culture mengenakan atribut Nazi ini membuat Ron Brister, pendiri Rose City Comic Con di Portland, Amerika, melarang seluruh atribut itu digunakan oleh para cosplayer yang ingin datang ke acaranya. Termasuk kostum klasik Hydra dan Red Skull. Kekhawatirannya ini bukan tanpa alasan, karena baru-baru ini di Portland, terjadi penyerangan terhadap warga muslim oleh seorang anak muda rasis simpatisan Nazi, dan ia tidak ingin isu sensitif itu justru dianggap keren oleh sebagian anak muda lainnya.

Generalisasi: Walaupun seragam di kanan adalah seragam klasik Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman), namun trauma terhadap Jerman di bawah kekuasaan Nazi (1933-1945) membuat publik menyamakan semua yang terkait dengan militer Jerman di masa itu sama buruknya dengan kekejaman Ku Klux Klan (gambar kiri).

 

Pelarangan atribut Nazi di acara cosplay sebetulnya bukan hal baru. Karena sejak 2013, sudah mulai banyak warga yang merasa risih dengan kehadiran mereka. Beberapa event pop culture seperti Mechacon di New Orleans, Salt Lake Comic Con di Amerika, juga Tokyo Game Show di Jepang sudah melarang kehadiran simbol swastika dan seragam pasukan SS di acaranya.

Di Indonesia sendiri memang belum pernah ada event yang spesifik melarang penggunaan simbol Nazi, tapi penyertaan aturan kostum tidak boleh menyinggung SARA sudah ada di setiap event. Jika kalian masih ada yang berpikir itu adalah aturan yang lebay, coba bayangkan ada yang cosplay berseragam ormas radikal, apakah rasa risih lebih besar dari rasa terhibur? Nah itu lah yang dirasakan oleh warga di benua lain. Kalau masih ngeyel juga, kalian bisa membaca artikel yang satu ini:

10 Obvious Reasons Why Cosplaying as a Nazi Is NOT a Good Idea

 

  • Malvin Malvin

    Saya sarankan juga min sekalian yang tidak boleh masuk.

    1. The Hand.
    2. Legion Of Doom.
    3. The Black Order.
    4. League Of Shadows/Assasins
    5. Purgatory

  • Gin

    Kalau sampe hydra yahh mas/mbak, masa sih dilarang secara di U.S aja lolos censorship haha







Popcon Asia

Popcon Asia is the premier pop culture event by Popcon Inc, dedicated to creating awareness of, and appreciation for creative and popular art forms.


Copyright 2017 © Popcon Asia