MOVIE & TV

Komputer Seharga 7juta Rupiah Perbaiki Kualitas CGI Superman di Justice League

By : Al Dabaran | February 28, 2018

Masih ingat dengan teknologi “deepfakes” yang memungkinkan penggunanya mengganti muka dari aktris video porno dengan wajah artis terkenal, sehingga mengecoh semua orang dan mengira kalau artis terkenal itu yang beradegan panas? Apakah Superman dibutuhkan untuk mengatasinya? Atau Superman justru membutuhkannya untuk memperbaiki kumisnya?

“Justice League” (2017) sebagai film yang paling ditunggu-tunggu oleh fans DC Comics justru menuai kecaman karena CGI-nya yang berantakan. Mulai dari penampakan Steppenwolf, kibasan sayap yang tidak alami, proses Apokoliptian, dan tentunya wajah sang Manusia Super.

Deepfakes berbeda dengan  photoshop yang mengedit foto wajah. Karena deepfakes menggunakan artificial intelligent, dimana komputer dengan graphic card dan prosesor yang mumpuni sudah dibekali aplikasi dengan algoritma, untuk menangkap dan memetakan wajah seseorang dari koleksi video yang ada, kemudian ditempatkan ke wajah yang baru, sesuai dengan arah pergerakan muka, hingga ekspresi detail, termasuk mata, mulut, dan hidung.

Kalau wajah seutuhnya saja bisa diganti, tentunya bukan perkara sulit untuk menghapus kumis atau jenggot, dari manusia super sekalipun.

Komunitas DeepFakes Club pun membuktikannya dengan mengunggah video Henry Cavill yang sudah brewokan saat shooting “Mission: Impossible Fallout”, berdampingan dengan Henry yang sudah dicukur kumisnya dengan bantuan deepfakes.

Coba lihat hasilnya, tampak sangat mudah dan meyakinkan bukan?
Bibir aneh dari Superman pun bisa diperbaiki oleh deepfakes. Walaupun tidak banyak berbeda, tapi hasilnya lebih tampak wajar daripada versi “Justice League” dimana bibir Superman seperti rusak habis dihajar Doomsday.

Uniknya, dengan deepfakes, perubahan juga bisa dilakukan sebaliknya. Dari bersih tanpa kumis, jadi kumisan pun juga bisa dilakukan. Dan komunitas ini mengklaim editing seperti ini hanya membutuhkan komputer seharga 500 dollar saja. Bagaimana cara melakukannya juga tersedia panduannya di keterangan pada video tersebut.

Mungkin sudah saatnya para animator dan CGI artist mempelajari teknologi ini, sehingga biaya CGI untuk film atau serial TV di Indonesia bisa sama canggihnya dari produksi luar negeri, dengan harga yang lebih murah. Bagaimana menurutmu?

Sumber: Gizmodo

Copyright 2018 © Popcon Asia
Show Buttons
Hide Buttons