Blog

Ketika Hewan Menjadi Karakter Menawan di Anime Jepang



Posted on Sep 13, 2017

Desain karakter perempuan dengan sentuhan moe dan kawaii lengkap dengan mata besar, suara imut dan gaya rambut beraneka ragam telah menjadi sebuah ciri khas tersendiri dari anime Jepang. Mulai dari gadis SMA teman masa kecil berambut kuncir dua pirang, hingga adik perempuan bertubuh kecil yang jago menggambar komik, semua telah menjadi database karakter unik yang digemari oleh para penggemar anime.

Namun karakter gadis cantik di anime tidak selamanya digambarkan dari sosok manusia. Jepang memiliki cara tersendiri untuk mengubah berbagai hal mulai dari kapal perang, robot, hingga satwa liar menjadi sosok gadis cantik di sebuah anime. Pada tahun 2017 ini ada sejumlah anime yang mengangkat beragam spesies hewan menjadi sosok karakter. Penasaran bagaimana Jepang mengemas makhluk dari spesies selain Homo Sapiens menjadi karakter yang menawan di sebuah anime? Simak daftarnya berikut ini:

Kemono Friends

Berbicara mengenai kehadiran fauna dalam sebuah anime, tidak lengkap rasanya tanpa membahas Kemono Friends. Kemono Friends adalah sebuah seri anime yang diadaptasi dari permainan ponsel produksi Nexon. Anime ini mengisahkan mengenai Japari Park, sebuah kebun binatang besar yang ditinggali oleh banyak hewan mulai dari spesies yang umum, hingga spesies yang terancam punah. Namun akibat terpapar materi misterius bernama “Sandstar”, para hewan yang ada di taman tersebut berubah menjadi sosok gadis perempuan yang disebut Friends. Suatu ketika seorang anak manusia tersesat saat sedang berada di wilayah Savana dan bertemu seekor Friends bernama Serval (spesies Leptailurus serval).

Seekor Friends dengan spesies Jerapah sedang tertidur.
Jerapah asli saat tidur.

Dalam anime ini, semua hewan yang muncul ditampilkan dalam sosok karakter perempuan. Menariknya anime ini tidak semata-mata menghadirkan karakter perempuan dengan telinga hewan saja, para karakter ini memiliki penampilan yang mirip dengan bentuk fisik dari hewan tersebut. Tidak hanya dari penampilan saja, para karakter di anime ini juga memiliki tingkah laku yang sangat mirip dengan hewan aslinya.

Nyanko Days

Nyanko Days adalah anime yang diadaptasi dari komik 4-panel karangan Tarabagani. Anime ini menceritakan seorang gadis remaja bernama Akari Uehara yang mempunyai 3 kucing peliharaan. Namun 3 kucing peliharaan Akari ini bukanlah kucing biasa, mereka adalah kucing yang ditampilkan dengan sosok karakter perempuan imut. Ketiga kucing tersebut adalah Maa (kucing berjenis Munchkin), Shii (kucing berjenis Singaporean Cat), dan Ro (kucing berjenis Russian Blue). Ketiga karakter kucing ini ditampilkan memiliki gerak-gerik layaknya kucing peliharaan di rumah, yang suka menumpahkan gelas berisi air atau mengganggu sang pemilik kucing saat sedang bermain ponsel.

Kobayashi-san Chi no Maid Dragon

Sedikit berbeda dari dua anime sebelumnya, Kobayashi-san Chi no Maid Dragon mengangkat hewan yang sangat jauh berbeda. Sesuai dengan judulnya, anime yang diadaptasi dari komik karangan Coolkyoushinja ini mengangkat sosok naga menjadi karakter dengan penampilan seperti manusia. Anime ini menceritakan seorang pekerja wanita bernama Kobayashi yang menolong seekor naga bernama Tohru. Untuk membalas jasanya, Tohru pun mendatangi kediaman Kobayashi dan menawarkan diri menjadi pelayan pribadinya dalam wujud wanita.

Karena anime ini menampilkan sosok naga yang dapat berubah menjadi manusia, para naga ini juga tetap memiliki kekuatan ajaib seperti dalam legendanya masing-masing. Dan tidak jarang kekuatan ajaib para naga ini justru membuat manusia di sekitarnya kerepotan.

Centaur no Nayami

Satu lagi seri anime yang menghadirkan berbagai hewan dalam wujud manusia adalah Centaur no Nayami. Centaur no Nayami adalah seri anime yang diadaptasi dari komik karangan Kei Murayama. Seri ini menampilkan berbagai sosok manusia setengah hewan yang ada dalam berbagai mitologi dan dongeng mulai dari Centaur, Duyung, hingga manusia bersayap.

Kehadiran para manusia setengah hewan di anime ini disebabkan dari proses evolusi yang terjadi sejak zaman purba. Menurut teori evolusi makhluk yang berjalan di darat tumbuh dan berkembang dari ikan bersirip empat yang naik ke darat dan berevolusi menjadi kadal. Hal itu menyebabkan makhluk hidup yang muncul memiliki empat anggota badan (2 kaki dan 2 tangan). Namun di anime ini, proses evolusi yang terjadi sedikit berbeda di mana ikan yang naik ke darat adalah ikan yang memiliki 6 sirip, sehingga hal ini mewujudkan manusia berkembang menjadi setengah hewan, seperti Centaur (2 kaki, 4 tangan), manusia burung (2 kaki, 2 sayap, 2 tangan), dan duyung (2 kaki, 2 sirip di pinggul, 2 tangan). Hal menarik yang ada di anime ini adalah pembawaan cerita yang tidak hanya menghadirkan sosok karakter hewan dengan tampilan gadis imut tapi ada juga isu sosial mengenai kehidupan antar spesies (penggambaran akan kritik terhadap isu toleransi antar etnis di masyarakat).

Nekopara

Kucing adalah salah satu hewan yang cukup sering diangkat menjadi karakter wanita di anime maupun game Jepang. Salah satu game novel visual yang mengangkat kucing sebagai karakter wanita adalah Nekopara. Beberapa waktu lalu pengembang game novel visual ini mengeluarkan proyek Kickstarter untuk mengadaptasi permainan novel visual dewasa ini menjadi sebuah OVA (Original Video Animation). Dalam waktu yang tidak terlalu lama kampanye Kickstarter untuk proyek ini langsung melampaui targetnya.

Nekopara mengisahkan Kashou Minaduki, seorang anak dari keluarga yang memiliki usaha toko kue yang meneruskan usaha keluarganya dengan membuka toko roti baru bernama “La Soleil”. Saat pindahan ke toko barunya, ia menemukan dua ekor kucing, bersosok wanita bernama Chocola dan Vanilla yang sangat mencintai tuannya dan ingin membantu tuannya dalam menjalankan usaha toko roti tersebut. Rencananya OVA Nekopara ini akan dirilis pada bulan Desember tahun 2017.

Uma Musume Pretty Derby

Perusahaan pengembang game asal Jepang, Cygames berencana untuk merilis game terbarunya berjudul Uma Musume Pretty Derby. Game ini menghadirkan aksi pacuan kuda di mana para kuda yang ada di game ini ditampilkan dalam wujud wanita. Dalam game ini pemain melatih para kuda agar bisa memenangkan balapan di pacuan dan juga bisa menjadi seorang Top Idol.

Meskipun game ini masih belum rilis, namun pihak Cygames menyatakan akan ada adaptasi anime dari game ini. Studio animasi P.A. Works ditunjuk menjadi rumah produksi dari seri anime yang direncanakan tayang pada tahun 2018 mendatang.

Nora to Oujo to Noraneko Heart (Episode 6)

Nora to Oujo to Noraneko Heart (atau yang sering juga disingkat sebagai Noraneko) adalah seri anime singkat berdurasi 3 menit yang diadaptasi dari novel visual dewasa produksi Harukaze. Noraneko menceritakan seorang pria bernama Handa Nora yang mendapat kutukan menjadi seekor kucing.

Sebagai sebuah anime singkat, Noraneko juga tidak ingin ketinggalan menghadirkan sosok hewan sebagai karakter dalam animenya. Namun berbeda dengan anime lainnya, anime ini menampilkan sosok hewan dengan cara yang jauh berbeda hanya dalam satu episode. Pada episode ke-6, anime ini menghadirkan para karakter wanita sebagai sosok kambing. Bukan kambing dalam bentuk karakter wanita ataupun gambar animasi 2D, anime ini benar-benar menghadirkan kambing sungguhan, yang di dubbing oleh para pengisi suara karakter wanita yang ada.

Ada beragam cara bagaimana Jepang membuat karakter yang terlihat menawan, termasuk mengemas hewan menjadi karakter. Jika kamu adalah penyuka hewan atau bahkan pemerhati keanekaragaman hayati, apa anime seputar hewan kesukaan kamu?







Popcon Asia

Popcon Asia is the premier pop culture event by Popcon Inc, dedicated to creating awareness of, and appreciation for creative and popular art forms.


Copyright 2017 © Popcon Asia