MOVIE & TV

Japan Foundation Jakarta : Kembali Hadirkan Japanese Film Festival 2018

By : Riderchuby | November 8, 2018

 

The Japan Foundation Jakarta kembali hadirkan Japanese Film Festival di tahun 2018 ini. Japanese Film Festival 2018 kali ini diselenggarakan di beberapa kota besar di Indonesia; Makassar, Yogyakarta, Jakarta, Bandung, dan untuk pilihan film yang dihadirkan pun cukup banyak dan beragam. Selain dorama, terdapat dua judul anime diantaranya; Mary and The Witch’s Flower dan Lu Over The Wall.

Japanese Film Festival (JFF) merupakan sebuah acara yang diselenggarakan oleh The Japan Foundation Jakarta. Sebelumnya tahun 2015, JFF diselenggarakan oleh Agency for Cultural Affairs of Japan dengan menampilkan 30 film Jepang terbaru termasuk film-film pendek. Menapaki tahun pertama dengan simbol baru, JFF tidak hanya menampilkan film Jepang, namun juga hadirkan bintang tamu dari Jepang, dan acara pendamping lainnya.

The Japan Foundation adalah lembaga nirlaba khusus di bidang pertukaraan kebudayaan yang dibentuk oleh parlemen Jepang pada tahun 1972. Lembaga ini berpusat di Tokyo, sebuah kantor cabang di Kyoto, dua institut bahasa Jepang (di Urawa dan Kansai), serta 23 kantor luar negeri di 21 negara. The Japan Foundation, Jakarta didirikan pada tahun 1979 dengan tujuan untuk membangun persahabatan yang harmonis antara Indonesia dengan Jepang melalui pendalaman pemahaman tentang Jepang. Kegiatan The Japan Foundation, Jakarta terbagi dalam tiga divisi utama, yaitu Divisi Kebudayaan, Divisi Bahasa, dan Divisi Studi Jepang dan Pertukaran Intelektual.

Ada banyak judul film dengan berbagai genre yang dihadirkan kali ini, berikut ini diantaranya ;

 

The Man from the Sea – Umi wo Kakeru.
Sutradara : Koji FUKADA | 2018 | DURASI: 107 menit | Genre: Drama, Fantasi
PEMAIN: Dean FUJIOKA, Mayu TSURUTA, Taiga, Junko ABE, Adipati Dolken, Sekar Sari.

Seorang lelaki misterius ditemukan tak sadarkan diri di sebuah pantai di Banda Aceh, Indonesia. Takako adalah seorang warga negara Jepang yang tinggal di Indonesia dalam misi penanggulangan bencana. Bersama dengan anaknya, Takashi, dan keponakannya, Sachiko, mereka merawat lelaki tersebut yang mengerti sedikit Bahasa Jepang. Lelaki tersebut mereka beri nama Laut. Takashi, Sachiko, dan teman Takashi, Kris dan Ilma, menjalin sebuah hubungan persahabatan. Sementara itu, Laut mulai melakukan keajaiban-keajaiban yang membuat orang curiga.

 

Mary and the Witch’s Flowers – Meari to Majo no Hana.
Sutradara : Hiromasa Yonebayashi | Produser : Yoshiaki Nishimura.
Cerita asli : Mary Stewart “The Little Broomstick”.
GENRE: Fantasi, Petualangan, Animasi
Tahun : 2017 | Durasi : 103 menit
Pengisi suara : Hana Sugisaki, Ryûnosuke Kamiki, Yûki Amami.

Musim panas ini, Mary menemukan kejutan, kebahagiaan…kesalahan dan takdir..serta sedikit keberanian. Mary pindah ke desa Redmanor. Di hutan terdekat, ia menemukan bunga misterius yang disebut “Fly-By-Night” yang hanya mekar sekali dalam tujuh tahun. Bunga yang dijuluki “Bunga Penyihir” itu memberikan kekuatan magis yang hanya berlaku satu malam. Mary pun dapat memasuki Endor College, sekolah sihir terbaik di dunia, yang menjulang di atas awan. Namun, satu kebohongan Mary menyebabkan insiden serius pada seseorang yang ia sayangi…

 

One Cut of the Dead – Kamera wo Tomeru na!.
Sutradara : Shinichirou Ueda
Tahun : 2017
Durasi : 96 menit | Genre : Horor, Komedi
Pemain : Harumi Shuhama, Kazuaki Nagaya, Mao, Takayuki Hamatsu.

Seorang sutradara diminta untuk membuat film zombie dengan anggaran murah, pemain yang tidak dikenal, dan menggunakan teknik one take shot. Syuting dilakukan di sebuah lokasi yang sudah tidak digunakan sejak perang dunia ke-2. Di tengah syuting, sutradara merasa frustasi dengan akting pemeran utama yang kurang bagus. Tanpa disadari, di luar lokasi, para zombie asli muncul. Kemunculan para zombie ini dimanfaatkan sang sutradara untuk terus mengambil gambar karena kamera dituntut untuk tetap berjalan sampai film selesai.

 

Laughing under the Clouds – Donten ni Warau.
Sutradara : Katsuyuki Motohiro | Cerita asli : Karakarakemuri
Tahun : 2018 | Durasi : 94 menit | Genre : Drama, Aksi
Pemain : Sota Fukushi , Yuma Nakayama, Yuki Furukawa, Ren Kiriyama.

Kumo Brothers mengemban tugas membasmi “kejahatan” pada era Meiji sekaligus berjaga menghadapi Orochi (ular raksasa) yang konon memiliki kekuatan maha dahsyat dan hanya muncul 300 tahun sekali. Kemunculannya sendiri merupakan sebuah pertanda malapetaka sehingga menyebabkan pasukan Yamainu ingin membendung kekuatan Orochi demi perdamaian di Jepang. Sebaliknya, klan Fuma justru ingin memanfaatkan Orochi untuk menjatuhkan dan menggulingkan pemerintah Jepang.

Dengan diselenggarakannya event seperti ini, semoga dapat meningkatkan banyak hal, antara Indonesia – Jepang, terutama di bidang industri seni dan film. Nah udah tahu film apa yang mau dilihat? Jangan lupa siapin waktu, datang ke bioskop terdekat dan tonton film pilihan kamu ya..

Sumber : JFF Official website

 

Copyright 2018 © Popcon Asia
Show Buttons
Hide Buttons