COMIC

Is Yuniarto: Lebih baik mulai dengan Komik Pendek dulu sebelum yang panjang.

By : Al Dabaran | July 11, 2018

Siapa yang tidak kenal dengan Is Yuniarto? Komikus handal Indonesia kelahiran Semarang, 29 Juni 1981 ini dikenal dengan komik-komiknya yang bertemakan wayang, seperti Garudayana dan Grand Legend Ramayana. Belakangan ia juga bikin heboh setelah wayang Infinity War-nya resmi diterima Marvel. Sejak debut komiknya di tahun 2005, namanya kian berkibar, terlibat di berbagai pameran dan kegiatan komik,
dalam dan luar negeri.

Saat ini, Is Yuniarto juga menjabat sebagai General Manager Bumilangit Comics Media. Dengan semua prestasinya, tidak salah dong kalau Mas Is ini kita daulat sebagai Host Komik POPCON Asia 2018. Mau lebih kenal dengannya? Langsung kita simak wawancara berikut ini:

[POP] Boleh cerita sedikit mengenai asal muasalnya Mas Is bisa berkecimpung di dunia perkomikan?

Sejak kecil memang sudah gemar membuat komik secara amatir. Dan cukup sering mengikuti berbagai lomba komik. Baru bisa full mengerjakan komik debut di tahun 2005.

[POP] Untuk judul Wind Rider ya? Bisa diceritakan bagaimana prosesnya?

Saat itu saya mengajukan submisi konsep komik ke penerbit elexmedia, namun konsep awal tersebut belum diterima. Kemudian setelah beberapa kali saya mencoba membuat konsep-konsep cerita baru, akhirnya judul “Wind Rider” yang diterima.

[POP] Diantara karya-karya Mas Is yang ada, saat ini boleh dibilang yang terpopuler adalah komik Garudayana yang juga telah diterbitkan secara digital di Jepang. Nah, sebenarnya apa yang menginsipirasi terciptanya komik Garudayana?

Saat kecil saya sempat menikmati membaca komik wayang jaman dulu karya Maestro RA Kosasih, juga karya Ardisoma. Kemudian setelah selesai mengerjakan komik “Wind Rider” dan trilogi “Knights of Apocalypse,” saya mencoba bereksperimen dengan membuat konsep komik wayang dengan gaya cerita dan gambar ala manga.

[POP] Sebenarnya apa yang ingin Mas Is sampaikan kepada para pembaca lewat komik Garudayana?

Melalui Garudayana saya ingin menyampaikan dan menunjukkan bahwa kisah pewayangan nusantara berikut dengan tokoh-tokohnya memiliki keunikan yang khas, dan karakter wayang juga bisa diolah menjadi keren. Tujuan utamanya adalah mengenalkan kembali karakter-karakter wayang pada generasi muda, karena selama ini pewayangan lebih banyak identik dengan orang tua.

[POP] Selain komik Garudayana, ada juga komik bertema wayang lainnya yang dibuat oleh Mas Is yaitu Grand Legend Ramayana. Sebenarnya apa sih yang membedakan antara komik Garudayana dan Grand Legend Ramayana?

Garudayana diangkat dari kisah Mahabharata dengan kisah utama Pandawa VS Kurawa, saya gubah secara konsep visual tradisional, sementara GLR terinspirasi dari kisah epik Ramayana tentang Rama Shinta dan Rahwana, dengan konsep visual yang lebih modern, mulai dari pakaian kontemporer, senjata pistol, mobil, dan masih banyak lagi.

[POP] Kembali ke komik Garudayana yang kalau tidak salah debut di tahun 2009, kira-kira akan dibuat sampai berapa volume?

Statusnya masih on going, belum tahu sampai berapa volume.

[POP] Ada rencana nggak, komik Garudayana yang populer itu untuk diangkat ke dalam bentuk serial animasi atau film layar lebar?

Tentu ada keinginan ke arah sana, semoga bisa terealisasi.

[POP] Apakah dalam waktu dekat atau di tahun-tahun mendatang, Mas Is Yuniarto bakal merilis serial-serial komik yang baru lagi?

Ada beberapa projek komik yang menanti untuk dikerjakan.

[POP] Jika ada, boleh cerita sedikit nggak, mengenai serial komik baru tersebut?

Salah satunya berupa komik superhero dari PT Bumi Langit.

[POP] Apa rencana Mas Is di industri perkomikan nasional, atau bahkan mungkin dunia, dalam sepuluh tahun mendatang?

Ingin mengembangkan I.P. komik Indonesia supaya bisa bersaing di tingkat Asia. Sekaligus mengenalkan budaya Indonesia melalui media komik hingga ke luar negeri.

[POP] Apa pesan Mas Is untuk para komikus di Indonesia, terutama para pemula yang sedang berusaha di jagat perkomikan nasional?

Sebelum membuat cerita yang panjang dan berseri-seri, lebih baik memulai dengan membuat komik pendek terlebih dahulu, sebagai sarana validasi apakah komik pendek tersebut bisa diterima pembaca atau tidak, jika berhasil, bisa dikembangakan menjadi cerita panjang.

[POP] Kemudian terkait POPCON Asia 2018 sebagai ajang bertemunya komikus Indonesia, bagaimana harapan seorang Is Yuniarto agar POPCON Asia bisa membantu perkembangan industri komik lokal?

POPCON menjadi pionir dalam mendukung even industri kreatif khususnya komik Indonesia, dan banyak dari peserta POPCON yang menjadikan POPCON sebagai ajang launching dan perkenalan karya mereka untuk pembaca baru. Semoga POPCON selalu hadir dan menjadi ‘hub’ bagi para pelaku industri kreatif, untuk berkolaborasi dalam berbagai macam projek.

Sampai ketemu di #POPCONAsia2018!

Copyright 2018 © Popcon Asia
Show Buttons
Hide Buttons