ANIMATION

Faza Meonk: Buat Konten Yang Relevan, Konsisten, dan Cerdas

By : Dhaniel | July 9, 2018

Pertama kali hadir di tahun 2012, POPCON Asia telah dikenal sebagai event Pop Culture yang mengedepankan kreator lokal untuk berunjuk gigi dan memperkenalkan karya-karya mereka. Ajang POPCON Asia yang hadir setiap tahunnya bahkan dikenal juga sebagai “Lebaran”-nya para kreator Indonesia.

Berbeda dengan event Pop Culture lainnya yang lebih menjual produk-produk luar, POPCON Asia menjadi lebih istimewa karena menjadi wadah bagi kreator-kreator lokal untuk berbagi dan saling mendukung, demi meningkatnya pertumbuhan industri kreatif di Indonesia.

Dari sekian banyak cakupan budaya pop yang ada, POPCON Asia menitikberatkan pada 7 pilar utama, yakni Comics, Movies, Animation, Musics, Games, Toys, dan Cosplay. Untuk itu, POPCON Asia 2018 menggandeng 7 orang kreator lokal paling berbakat saat ini, untuk menjadi “host” dari tujuh pilar tadi.

Diantara tujuh kreator lokal yang berbakat itu, kita akan berkenalan terlebih dahulu dengan Faza Ibnu Ubaidillah atau yang lebih dikenal sebagai Faza Meonk. Kreator si Juki tersebut akan menjadi host dari pilar animasi di Popcon Asia 2018.

Untuk mengenal lebih dekat CEO dan founder Pionicon Management, yuk dibaca hasil wawancara POPCON dengan Faza Meonk.

Mungkin pertanyaan ini sudah sering Mas Faza jawab. Tapi boleh dong diceritakan sedikit asal mula Mas Faza bersentuhan dengan dunia animasi?

Sedari kecil saya suka menonton film Animasi dan sudah bercita-cita jadi Animator, yang kemudian membawa saya bersekolah di SMK jurusan Animasi. Sejak SMK saya aktif membuat animasi dan memenangkan beberapa perlombaan tingkat SMK dan kemudian lanjut berkuliah di Jurusan Animasi Bina Nusantara. Sambil kuliah saya banyak mengerjakan proyek-proyek animasi terutama untuk kebutuhan Komersil.

Diantara mengerjakan komik atau membuat film animasi, misalnya Si Juki The Movie, mana yang lebih mas Faza sukai.

Menurut saya antara membuat komik dan animasi keduanya punya tantangan masing-masing, jadi tidak bisa dibandingkan. Kalau membuat komik bisa dilakukan sendiri ataupun tim kecil, bedanya untuk mengerjakan Animasi Layar lebar harus bekerja sama dengan tim besar dan harus bisa toleransi terhadap banyak pertimbangan teknis dan kreatif.

Ngomong-ngomong tentang Si Juki The Movie, bagaimana perasaan Mas Faza selaku kreator dan juga sutradaranya ketika filmnya disambut dengan baik oleh masyarakat?

Yang pasti senang dan bangga, karena Si Juki the Movie bisa mematahkan anggapan bahwa “film animasi lokal susah laku nya”, dan harapannya ini membuka pintu bagi industri animasi terutama di ranah layar lebar.

Apa yang menetapkan hati Mas Faza ketika memutuskan untuk mengadaptasi Si Juki ke dalam format film layar lebar?

Dari dulu saya ingin karakter saya bisa berkembang tidak hanya di media komik saja, tapi ke berbagai macam media salah satunya film layar lebar. Jadi sejak awal memang sudah di rencanakan untuk kearah itu, namun memang tidak menyangka bisa secepat ini.

Ada nggak, pihak dari kiri atau kanan, yang pesimis ketika Mas Faza mau mencoba memboyong Si Juki sebagai tontonan film animasi di bioskop?

Saat itu sih banyak yang mendukung dan bersemangat ketika si Juki diangkat jadi film layar lebar, malah sejujurnya saya yang cukup pesimis karena orang-orang di sekeliling saya terlalu optimis, haha

Apa kesulitan yang terjadi dalam proses pembuatan film Si Juki The Movie?

Bagi saya pribadi kesulitannya ada di pembuatan cerita yang di kala itu prosesnya memakan waktu hampir satu tahun. Lalu bagaimana mengkomunikasikannya dalam bentuk animatic dan secara durasi bisa sesuai dengan ketentuan produser. Dari film ini, kita juga banyak belajar mengenai time management, agar untuk film-film berikutnya bisa lebih efektif lagi.

Sebenarnya film Si Juki The Movie itu dibuat untuk pembaca komiknya atau penonton awam juga?

Jelas keinginannya dapat menjangkau penonton awam juga supaya Animasi Indonesia dapat di terima oleh banyak kalangan.

Apakah ada rencana untuk membuat serial animasi si Juki atau mungkin, web-seriesnya?

Yang pasti ada keinginannya kearah sana, semoga ada jalannya.

Setelah film Si Juki The Movie sukses, apa bakal dibuatkan sekuelnya atau malah berencana membuat film animasi baru dengan menggunakan karakter lainnya yang ada di Pionicon?

Untuk Si Juki The Movie ada rencana untuk dibuat sekuel. Untuk karakter-karakter PIONICON lainnya, kita juga ada rencana untuk dibuat animasinya.

Bagaimana pendapat Mas Faza mengenai perkembangan film animasi di Indonesia saat ini?

Yang saya lihat animasi sekarang semakin berkembang dan semakin bisa diterima masyarakat baik animasi di TV, Layar Lebar, dan di Internet. Saya juga banyak mendengar mulai banyak studio-studio animasi yang sedang dalam proses membuat film animasi layar lebar. Jadi makin kesini perkembangannya semakin baik.

Boleh donk di-share tips dan trik untuk bisa bertahan/eksis di jagat industri animasi Indonesia?! untuk para mereka yang sedang berjuang di bidang animasi?

Bidang Animasi ini sebenarnya masih sangat luas jenis-jenis pekerjaannya, mungkin fokus menjadi salah satu spesialis di ranah yg spesifik (misal modeller, rigger, bg artist, storyboard artist dan lainnya) secara khusus bisa menaikkan value sebagai orang yang bekerja di industri animasi. Karena sekarang ini lebih banyak generalis dibanding spesialisnya.

Dan untuk yang sedang membangun IP-nya lewat animasi, di era internet ini adalah saatnya untuk kita bisa menciptakan pasar sendiri. Salah satu kreator IP animasi yang sekarang sukses dan potensial adalah Dalang Pelo. Followernya di Instagram mencapai 3 juta. Saat membuat Dalang Pelo, kreatornya masih sekolah kelas 3 di SMK Animasi. Sekarang karyanya telah dikenal oleh banyak orang. Kuncinya adalah, buat konten yang relevan dengan market, konsisten dan cerdas dalam memanfaatkan media yang ada.

Bagaimana pendapat Mas Faza mengenai POPCON Asia dalam membantu perkembangan industri animasi di Tanah Air?

Event seperti POPCON Asia dapat menghubungkan para pelaku di industri animasi ke market, ke bidang kreatif lainnya, dan mungkin ke calon sponsor atau pun produser. Harapannya juga dapat menginspirasi para calon-calon animator agar semakin bersemangat dalam berkarya, karena di POPCON, mereka bisa bertemu langsung para pelaku industri Animasi.

Apa yang Mas Faza harapkan, di bidang animasi, ke depannya dari POPCON Asia?

Lewat POPCON Asia, saya berharap banyak bermunculan talenta-talenta baru di dunia animasi sekaligus meningkatkan awareness tentang animasi lokal, baik ke masyarakat umum, pemerintah dan industri lainnya.

Copyright 2018 © Popcon Asia
Show Buttons
Hide Buttons