CREATOR OF THE WEEK

FABIAN LOING: Talenta Artis-Artis 3D di Indonesia Itu Tinggi

By : Leo Aolia | June 2, 2018

Namanya mungkin belum terlalu dikenal di Tanah Air, namun Pria kelahiran Jakarta ini sudah malang melintang di bidang character modeler selama beberapa tahun. Ketika pindah ke Amerika Serikat pada umur 19 tahun, Fabian yang menemukan passion-nya sebagai artist itu pernah bekerja di beberapa developer dan publisher game ternama Dunia.

Ia pernah bekerja di developer Midway Games yang terkenal dengan franchise game Mortal Kombat-nya, lalu Pandemic Studios dan kemudian di Electronic Arts Inc. atau yang lebih populer dengan singkatannya, EA. Setelah banyak makan asam garam di Luar Negeri, sosok ramah yang hobi bermain video game, menonton tayangan animasi dan membaca komik itu kembali ke Nusantara pada tahun 2011 untuk bergabung bersama Lumine Studios.

Didirikan lebih dari satu dekade yang lalu, Lumine Studio adalah sebuah rumah produksi animasi yang berbasis di Jakarta, Indonesia yang memiliki hubungan bisnis yang besar dengan biro iklan, rumah produksi lainnya, produsen dan mitra di seluruh dunia.

Lewat acara Poptalk dengan tema visual story telling yang digelar di kampus Universitas Multimedia Nusantara pada tanggal 31 Mei lalu, Fabian Loing yang kini menjadi managing partner dari Lumine Studios itu bercerita kepada tim POPCON Media sekilas mengenai perjalanan karirnya sebagai character modeler dan harapannya kepada para pemula yang hendak berkarir di bidang tersebut.

Berikut wawancara dengan Fabian Loing dalam #CREATORofTHEWEEK untuk minggu ini:

 

[POP] Halo Kak Fabian. Boleh cerita sedikit nggak, mengenai apa itu pekerjaan yang dilakukan seorang character modeller?

Character modeller itu suatu posisi di dalam industri animasi/game yang tugasnya membuat karakter 3D yang berawal dari konsep 2D yang sudah di-approved. Karakter yang telah dibuat dalam tampilan 3D tersebut, nantinya digunakan untuk bermain game.

[POP] Apa yang membuat Kak Fabian tertarik untuk bergabung dengan Lumine Studios. Padahal di Amerika Serikat, sudah/sedang berkerja dengan developer-developer game kelas dunia seperti Midway, Pandemic Studios dan EA.

Saya merasa ada tantangan yang baru. Dengan bergabung ke Lumine Studios, ada masa transisi dimana saya dari employee menjadi employer. Kebetulan juga seluruh keluarga ada disini (Indonesia).

[POP] Perbandingan kerja di Lumine Studios dengan di Luar Negeri?

Bedanya karena sekarang sebagai employer, maka tanggung jawabnya menjadi jauh lebih besar. Kita bertanggung jawab atas kelangsungan hidup karyawan. Jadi bebannya berbeda.

[POP] Visi dan misinya Lumine Studios itu apa?

Lumine Studios dibuat untuk menjadi production service company yang dapat memberikan pelayanan yang terbaik untuk para kliennya.

[POP] Menurut Kak Fabian perkembangan animasi di Indonesia bagaimana?

Menurut saya, dua tahun terakhir ini sudah mulai ‘rame’.

[POP] Dengan mulai ‘rame’-nya perkembangan animasi di Tanah Air apakah sejalan dengan tujuan didirikannya Nocturnal School of Visual Art yang dibuat oleh Kak Fabian?

Saya merasa di Indonesia itu, talenta-talenta artis 3D itu sebenarnya tinggi sekali. Tapi masih banyak dari mereka yang ketika masuk ke perusahaan masih merasakan satu struggle atau satu kebingungan. Karena kebingungan itu, mental mereka menjadi down dan menjadi gampang menyerah. Dengan bantuan Nocturnal, saya ingin membantu mereka memiliki mentalitas yang berbeda. Kalo sudah punya passion di satu bidang, jangan cepat menyerah dan terus mencoba lagi sampai kalian mendapatkan apa yang kamu mau.

[POP] Ada saran atau tips untuk para calon animator dan modeler di Indonesia yang terkadang suka pesimis bahwa di negeri tercinta ini mereka nggak bisa berkembang?

Menurut saya kerja di luar nggak segampang itu. Lalu yang kedua, kalau pemikiran kita selalu pesimis maka selamanya akan begitu. Justru kita mulai percaya dengan industri lokal kita. Lama-lama akan berkembang secara kesatuan.

[POP] Pertanyaan pamungkas, nih. Buat Kak Fabian sendiri sebagai pribadi, apa sih visi dan misinya di untuk 5-10 tahun kedepan?

Saya pribadi kepingin menjadi bagian dari perkembangan industri kreatif Indonesia. Terutama di bagian animasi dan 3D modelling. Karena saya merasa talentanya banyak, yang tertarik banyak, jadi kepingin jadi bagian dari perkembangan itu. Menurut saya potensi dari Indonesia itu tinggi sekali dan mampu untuk bersaing dengan Luar Negeri.

Foto karya Fabian Loing: ZBrush Central

 

 

 

 

 

Copyright 2018 © Popcon Asia
Show Buttons
Hide Buttons