Media

CEGAH TERORISME, MILITER AS KEMBANGKAN GAME SIMULASI PENEMBAKAN DI SEKOLAH



Posted on Jan 09, 2018

Maraknya kasus penembakan massal di sekolah yang terjadi di Amerika Serikat merupakan salah satu isu penting yang harus dicarikan solusinya. Alih-alih mengkaji ulang UU kepemilikan senjata, pemerintah AS menggunakan pendekatan yang tidak biasa, yakni dengan membuat video game.

Militer AS beserta dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri dan firma teknologi Cole Engineering Services membuat sebuah video game simulasi yang bertujuan untuk mensimulasikan apa saja yang terjadi ketika penembakan massal di sekolah sedang berlangsung. Video game yang dikembangkan mengambil model dari game simulasi yang biasa digunakan oleh prajurit militer AS untuk berlatih. Perbedaannya terletak pada  penggunaan sekolah sebagai latar di dalam game dan karakter guru sebagai protagonis.

Video game ini memiliki konsep first person dengan dua karakter yang bisa dimainkan. Karakter pertama adalah seorang guru dan sang penembak sebagai karakter lainnya. Pada video dibawah ini dapat kita saksikan bahwa kedua karakter dapat berinteraksi dengan lingkungannya. Penembak yang bisa menembak pintu kaca untuk masuk secara paksa, guru yang dapat mengunci pintu ruangan serta menginstruksikan para murid untuk mencari tempat perlindungan, dan sebagainya. Ibu dari salah satu korban tragedi penembakan Sandy Creek pada 5 tahun yang silam turut berpartisipasi di dalam game ini. Beliau membantu pengembang dengan menceritakan secara detil semua kejadian pada saat tragedi berlangsung. Semuanya dilakukan agar game ini bisa meniru peristiwa penembakan sekolah secara realistis. Meskipun masih dalam tahap beta testing, diharapkan video game ini akan rampung pada musim semi 2018.

Game simulasi ini ditujukan untuk melatih para guru agar mereka terbiasa untuk melakukan tindakan yang tepat ketika peristiwa buruk ini terjadi di masa yang akan datang. Pengambilan keputusan yang benar diharapkan dapat meminimalasir korban jiwa. Selain itu para analisis juga dapat memperkirakan berbagai pola yang digunakan oleh sang penembak ketika menjalankan aksinya agar bisa menemukan cara pencegahan yang lebih efektif. “Semakin banyak pengalaman-mu, maka akan semakin tinggi kesempatan kamu untuk bertahan hidup. Game ini bisa jadi sarana latihan dan menambah pengalaman supaya tahu apa saja yang harus kamu lakukan ketika peristiwa itu berlangsung” ungkap Tamara Griffith selaku perwakilan dari laboratioum penitian militer AS.

Jadi gimana menurut kalian? Tidak hanya sebagai sarana rekreasi, video game juga bisa digunakan untuk berbagai hal positif lainnya.







Popcon Asia

Popcon Asia is the premier pop culture event by Popcon Inc, dedicated to creating awareness of, and appreciation for creative and popular art forms.


Copyright 2017 © Popcon Asia