Blog

5 Kriteria Yang Bisa Bikin Kamu Jadi 2nd Lead Drama korea



Posted on Nov 14, 2017

Ada yang bilang drama Korea itu lebih bagus ceritanya daripada sinetron. Padahal jika ditelusuri secara umum cerita dalam drama Korea yang bergenre romance itu standar. Mulai dari rebutan cewek, rebutan harta, rebutan tahta, atau pun kalau tidak rebutan ya cinta bertepuk sebelah tangan dan begitu seterusnya. Nah, yang membedakannya adalah formula dalam penyajian ceritanya. Ada yang disajikan dengan genre fantasi, aksi, dan bahkan tema keluarga.

Banyak formula drama Korea yang menarik untuk ditelusuri tetapi yang paling sering dipakai adalah “satu cewek di antara dua cowok ganteng”. Formula ini tentu saja sering dipakai karena drama Korea yang menggunakan formula ini umumnya dapat dipastikan sukses. Singkatnya formula ini memecah belah penonton menjadi dua kubu.

Salah satu kunci dalam formula ini adalah pembangunan karakter pemeran utama kedua. Tidak heran jika dalam drama Korea ada yang namanya “The Second Lead Syndrome” (SLS) atau sindrom pemeran utama kedua yang terjadi ketika penonton lebih menyukai pemeran utama kedua (second male lead character) sebagai pemenang dalam cerita. Maka dari itu setidaknya ada 5 hal yang harus dimiliki oleh pemeran utama kedua yang merupakan karakter rival dari pemeran utama di drama Korea.

1. Kesempurnaan hanya untuk para second male lead character!

Umumnya pemeran utama cowok itu pasti ganteng, kaya, seksi dan segala hal yang membuat pemeran utama cewek jatuh hatilah pokoknya, maka dari itu karakter pemeran utama kedua harus lebih dari itu. Harus lebih ganteng, kaya, seksi, keren, dan lain sebagainya.

Kalau pun pemeran utamanya sudah kelewat ganteng, pemeran utama kedua harus dibuat lebih manis, paling baik, paling ramah, paling lucu, paling konyol, paling suci, dan segala sesuatu yang membuatnya terlihat seimbang, berlawanan dan bahkan nyaris dapat membuat pemeran utama tampak tidak begitu istimewa lagi. Buat mata penonton tertutup akan kesempurnaan yang dimiliki sang pemeran utama.

2. Second male lead character harus yang paling dekat dengan hal yang “direbutin”

Jika dua karakter cowok ini berebutan cewek maka pemeran utama kedualah yang paling dekat dengan cewek pemeran utama. Dia yang paling bersahabat, dia yang selalu jadi tempat curhat, dan dia yang paling dipercaya. Jika dua karakter cowok ini berebutan harta atau tahta maka pemeran utama kedualah yang dianggap paling pantas dan cowok untuk mendapatkannya.

Intinya semua orang dan keadaan yang ada di dalam drama Korea itu lebih mendukung si karakter rival atau pemeran utama kedua. Ya, walau kita tahu pada akhirnya si pemeran utama yang bakal mendapatkan itu semua.

3. Second male lead character itu paling ambisius

Apa pun yang diperebutkan, pemeran utama kedua sudah dapat dipastikan akan menjadi yang paling ambisius dalam mencapai targetnya. Sebagai karakter rival, tentu hampir semua pemeran utama kedua itu memiliki jiwa tidak mau kalah dengan karakter utama. Sangat kompetitif.

Mengacu pada poin nomor 2, para pemeran utama kedua tampaknya memang selalu menjadi karakter yang harus bekerja lebih keras dibandingkan karakter utama. Apapun caranya akan pemeran utama kedua lakukan agar dia pantas menjadi pemenang dengan mendapatkan apa yang diperebutkan.

4. Second male lead character wajib punya “cerita pemakluman”

Biasanya nih cerita-cerita pemakluman ini yang membuat karakter cewek utama dalam drama Korea membela si pemeran utama kedua habis-habisan dibandingkan cowok si tokoh utama. Bahkan kalau bisa cerita ini bisa membuat para penonton memaklumi apa pun yang pemeran utama kedua perbuat, mau itu baik atau pun buruk.

Contoh paling mudah adalah drama Korea Goong atau yang populer dikenal dengan judul “Princess Hours” dimana pemeran utama keduanya yaitu Pangeran Yuul melakukan segala rencana jahat untuk menjatuhkan Pangeran Shin. Walau begitu penonton tetap memaklumi segala perbuatan jahatnya hanya karena cerita masa lalu Pangeran Yuul yang selalu menjadi nomor dua di istana. Hal-hal seperti ini membawa rasa simpati penonton yang menginginkan Pangeran Yuul merasakan jadi orang nomor satu bagi cewek tokoh utama.

Pokoknya semua orang harus sayang pada second male lead character deh! Sangking sayangnya, penonton sampai bisa bikin mengutuk pemeran utama cewek yang tidak memilih pemeran utama kedua dan tentu saja penonton bisa membuat ending alternatif untuknya.

5. Bisasanya second male lead character punya partner yang kooperatif

Entah bagaimana di drama Korea umumnya para pemeran utama kedua itu pasti selalu punya partner yang kooperatif dan setia membantu mereka. Mulai dari karakter ibu sendiri, asisten pribadi, pelayan kerajaan, sampai teman-teman terdekat. Merekalah yang pada akhirnya menghibur pemeran utama kedua ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkan.

Sebenarnya formula pemeran utama kedua cowok seperti ini terjadi tidak hanya di drama Korea. Dalam anime, film, dan komik Jepang pun banyak sekali contohnya dan tidak hanya teruntuk pada genre romantis aja. Dalam film superhero seperti Civil War juga memecah belah penonton menjadi dua kubu bukan? Tim Captain America dan Tim Iron Man.

Dari semua poin yang dijabarkan, apakah ada hal lain yang wajib dimiliki karakter rival atau pemeran utama kedua? Share pendapatmu ya!







Popcon Asia

Popcon Asia is the premier pop culture event by Popcon Inc, dedicated to creating awareness of, and appreciation for creative and popular art forms.


Copyright 2017 © Popcon Asia