MOVIE & TV

10 Fakta Unik dari 9 Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa

By : Al Dabaran | March 7, 2018

Jumlah perolehan penonton memang tidak menggambarkan kualitas dari sebuah film. Tapi jumlah penonton film Indonesia ini menandakan mereka adalah film-film yang sukses menarik banyak orang, untuk membeli tiket dan duduk lama menyaksikannya. Apakah itu berakhir dengan rasa terhibur dan puas, atau justru kecewa, menjadi hal yang berbeda.

Tapi dari data perolehan penonton film Indonesia ini, ada banyak fakta unik yang bisa dilihat. Ini dia fakta-faktanya…

  1. Butuh 3 juta Penonton untuk Tembus 10 Besar.

    Kalau film-mu kira-kira hanya bisa menarik 1 juta penonton, atau bahkan kurang, jangan bermimpi film-mu bisa masuk dalam jajaran 10 besar film Indonesia. Karena saat ini, sudah ada 9 film Indonesia yang tembus 3 juta penonton dan mereka akan tetap berada di sana sampai ada film-film lain yang bisa mengalahkannya. Angka 3 juta penonton itu berarti sepertiga penduduk Jakarta atau 1,15% penduduk Indonesia. Mau film-mu masuk dalam 3 besar? Naikkan targetnya jadi dua kali lipat! Sanggup?

  2. Semua Berubah sejak Laskar Pelangi Menyerang.

    Sebelum tahun 2008, layar lebar Indonesia dihujani film horor. Bayangkan, 10 dari 15 film adalah film horor, yang bisa dibilang tipikal. Horor yang tidak menyeramkan, tapi berisi komedi dan perempuan seksi. Pilihan pun terbatas dan belum ada film yang tembus 2 juta penonton. Sampai kemudian “Ayat-Ayat Cinta” hadir dengan suasana yang berbeda di akhir Februari 2018. Tapi rekor 3,7 juta penontonnya tidak bertahan lama, karena 7 bulan kemudian film “Laskar Pelangi” yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata, berhasil melampauinya dengan lebih dari 1 juta penonton. Sejak saat itu, jumlah film horor pun menurun drastis.

  3. Reza Rahadian VS Tora sudiro

    Reza Rahadian bisa jadi aktor terlaris saat ini dan ia juga memiliki 2 film terlaris sepanjang masa: “Habibie & Ainun” (2012) dan “My Stupid Boss” (2016), dengan total perolehan 7,5 juta penonton. Tapi rekor tertinggi ternyata dipegang oleh Tora Sudiro. Berkat perannya sebagai Indro Warkop di “Jangkrik Boss 1-2”, ia bisa mengumpulkan nyaris 11 juta penonton. Belum ditambah dengan “Laskar Pelangi” (2008) dimana Tora juga berperan sebagai guru di sana. Kalau perolehan penonton Laskar ini dihitung, aktor yang memang punya kekuatan dalam melucu ini berhasil menarik 15,6 juta penonton! WOW!!

  4. Jangan Tayang di Awal Bulan!

    Kalau film-mu tidak punya pendukung masa fenomenal atau legendaris seperti masanya Warkop DKI, jangan terima tanggal tayang di awal bulan. Karena kemungkinan besar penontonmu sudah menghabiskan budget nontonnya untuk kebutuhan belanja bulanan atau kebutuhan pokok lainnya. Tidak percaya? Data menyebutkan 6 film terlaris di Indonesia tayang di tanggal 25 atau setelahnya. 2 tayang di tanggal 19-20 dan hanya 1 yang tayang di awal bulan. Unik kan?

  5. Dominasi Falcon Pictures

    Perusahaan yang didirikan pada tahun 2010 oleh HB Naveen dan Frederica ini tidak langsung sukses begitu saja. 10 film pertamanya bahkan gagal dan merugi hingga 30 miliar. Namanya baru diperhitungkan setelah merilis “Coboy Junior The Movie” (2013) dan “Comic 8” (2014). Kalau 4 film terlarisnya digabungkan, total berhasil menghimpun 20 juta penonton! Selain itu Falcon juga menyimpan kekuatan lainnya, yakni menjadi pemilik lisensi dari film-film klasik Rhoma Irama, Warkop DKI, Benyamin S., dan film-film Indonesia klasik lainnya. Hmm.. berikutnya ada remake “Rhoma & Ani”?

  6. Lari Secepat Dilan 1990!

    Kalau film-film lainnya butuh berminggu-minggu untuk meraih jutaan penonton, “Dilan 1990” yang diangkat dari novel karya Pidi Baiq ini sukses meraih 4 juta penonton hanya dalam waktu semingguan saja. Dan dalam sebulan, angkanya sudah tembus 6 juta. Rekor yang mengejutkan, yang mungkin bisa bertahan cukup lama.

  7. Selamat Tinggal Horror?

    Dari 9 film terlaris, 4 judul ber-genre drama percintaan, 3 komedi, dan selebihnya ada masing-masing 1 horor dan 1 petualangan anak. Munculnya “Pengabdi Setan” (2017) bisa dibilang “modus anomali” dari sutradara yang sama, Joko Anwar. Karena sejak 5 tahun terakhir, sebagian besar film horor hanya ditonton oleh 100 ribu penonton saja. Tapi bukan berarti tidak ada peluang untuk film Horor. Belum lama ini, saat Kimo Stamboel dari Mo Brothers mengumumkan akan menggarap film horor adaptasi dari game lokal “Dreadout”, fans langsung histeris. Film ini rencananya akan diproduksi akhir tahun dan tayang di tahun 2019.

  8. Riri Riza VS Anggy Umbara: Anggy Win!

    Dari 9 film terlaris saat ini, ada dua Sutradara yang namanya sama-sama tertulis di 2 film. Ada Riri Riza dengan “Ada Apa Dengan Cinta 2” (2016) dan “Laskar Pelangi” (2008) dengan total 8,4 juta penonton, serta Anggy Umbara dengan “Jangkrik Boss 1-2” yang totalnya mencapai 10,9 juta penonton. Tapi karena keduanya memiliki genre film yang berbeda, juga perolehan penonton bukanlah tolak ukur kualitas, maka kamu bisa bebas memilih sutradara favoritmu sendiri, Riri atau Anggy?

  9. BCL = Box offiCe Lover

    Kalau di luar negeri kita mengenal Jennifer Lawrence atau Scarlett Johansson yang film-filmnya menjadi jaminan box office, di Indonesia memang belum ada aktris dengan keunggulan yang sama. Tapi di sini kita punya BCL (Bunga Citra Lestari) yang sukses menjadi pasangan Reza Rahadian di “My Stupid Boss” (2016) dan “Habibie & Ainun” (2012) dengan total 7,5 juta penonton. Saat BCL absen di “{Rudy Habibie}” (2016), film itu hanya bisa menyentuh 2 juta penonton saja. Apakah kembalinya BCL di film “Ainun” pada bulan Juli mendatang bisa tembus 3 juta penonton dan membuktikan dirinya jadi Ratu Box Office Indonesia? Kita tunggu saja…

  10. Trend Film Sekuel

    Sepertinya memang lebih mudah membuat dan melanjutkan kembali film-film dengan pengalaman sukses, daripada membuat film yang benar-benar baru. Karena sudah memiliki fan base yang kuat, seperti Warkop DKI, AADC, dan Ayat-Ayat Cinta. “Dilan 1990” yang sudah pasti akan dilanjut, seberapapun kualitasnya, bisa dipastikan meraih berjuta-juta penonton juga di masa mendatang. “Habibie & Ainun” juga dikabarkan masih memiliki 3 film lagi yang belum tayang. Trend seperti ini juga berlaku di Amerika, mulai dari MCU (Marvel Cinematic Universe), DCEU (DC Extended Universe), Harry Potter, Fast Furious, Mission: Impossible, Star Trek, Star Wars, dan masih banyak lagi. Tapi bukan berarti tidak ada peluang laris untuk film-film stand alone yang berkualitas.

Setelah Dilan yang fenomenal, hingga saat ini belum ada film Indonesia lainnya yang menonjol dalam perolehan penonton. “Benyamin Biang Kerok” juga rupanya terseok dan tidak sesuai harapan. Baik Twitter @cinema21 dan Instagram Falcon Pictures yang biasanya cukup rajin mengabarkan update perolehan penonton, kali ini sepi-sepi saja. Begitu juga dengan situs filmIndonesia.or.id yang biasanya update, masih stuck di angka perolehan akhir pekan kemarin. Apakah terlalu mengecewakan untuk diberitakan? Bukan tidak mungkin perolehan penonton Si Pengki ini akan semakin tergilas film-film baru, seperti “Tomb Raider”“Partikelir”-nya Panji Pragiwo, dan “Hong Kong Kasarung”-nya Sule. Dua judul terakhir merupakan film komedi yang punya peluang kuat mengalahkan Biang Kerok, karena punya cerita yang segar, dan fan base yang juga kuat.

Bagaimana dengan film-film Indonesia lainnya yang akan rilis di 2018? Rasanya belum ada lagi yang bisa sefenomenal Dilan. Tapi kita bisa berharap dari “Wiro Sableng 212” dan “Foxtrot Six” yang akan rilis di 3 bulan terakhir, keduanya ber-genre aksi, memang belum pernah ada film dari genre ini yang sukses, tapi mungkin bisa menarik penonton yang sudah bosan dengan genre-genre yang sudah biasa. Mungkinkah 7 juta penonton untuk 212? Kita tunggu saja…

Sumber Data: filmindonesia.or.id

Copyright 2018 © Popcon Asia
Show Buttons
Hide Buttons